Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat bersama jajaran direktur Tugu Insurance dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis (17/4/2025). (Foto: Alfi Salima Puteri)
Jakarta – PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) menargetkan pertumbuhan tinggi bagi Unit Usaha Syariah (UUS)-nya, seiring dengan persiapan spin off yang diwajibkan regulator. Presiden Direktur Tugu Insurance, Tatang Nurhidayat, menyatakan harapannya agar unit syariah dapat tumbuh 200 sampai 300 persen ke depan.
“Kita melihat pertumbuhannya masih bagus, potensinya juga ada. Dengan kewajiban spin off itu nanti pemainnya juga enggak banyak, enggak semua bisa spin off. Artinya, potensi bagi yang spin off itu besar untuk mengambil alih market dari unit-unit lain,” ujar Tatang.
Ia mengungkapkan bahwa kontribusi UUS Tugu Insurance pada 2024 meningkat hampir 100 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), meski proporsinya terhadap bisnis konvensional masih di bawah 5 persen. Hal ini menandakan bahwa ruang pertumbuhan masih sangat besar.
Baca juga: Tugu Insurance Masih Wait and See di Asuransi Tani Parametrik
Tugu Insurance sendiri mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp5,67 triliun per akhir 2024, tumbuh 12,40 persen dibandingkan Rp5,04 triliun pada 2023. Namun, Tatang mengakui bahwa capaian tersebut belum sesuai ekspektasi.
“Market cap industri syariah itu sekitar Rp3 triliun. Kita ingin pertumbuhan kuantum, bukan hanya 100 persen, tapi bisa 200–300 persen,” tegasnya.
Baca juga: Strategi Tugu Insurance Hadapi Gejolak Ekonomi 2025
Tatang menambahkan, Tugu akan mengandalkan kekuatan induk usaha dalam membangun entitas syariah yang mandiri.
“Model induknya harus kuat. Nilai-nilai yang kita pegang enggak jauh beda, keuangan yang kuat, layanan yang andal. Kita akan hadir dengan keunikan sendiri di pasar syariah,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting OTT pegawai pajak dinilai momentum bersih-bersih institusi, bukan cerminan keseluruhan DJP. DPR menegaskan… Read More
Poin Penting Trump mengancam tarif 25% bagi negara yang berdagang dengan Iran, berlaku untuk seluruh… Read More
Poin Penting IHSG sesi I menguat 0,89% ke level 9.028 dan mencetak rekor tertinggi sepanjang… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akan mengevaluasi pegawai DJP usai OTT KPK terkait dugaan suap pemeriksaan… Read More
Poin Penting Bank sentral global kompak dukung Jerome Powell usai ancaman pidana dari Donald Trump.… Read More
Poin Penting Pendanaan pindar cenderung meningkat saat Ramadan, didorong naiknya kebutuhan konsumsi dan modal usaha… Read More