Poin Penting
- Trump menegaskan bahwa China ingin tetap membeli minyak dari Iran.
- Xi dan Trump sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka demi stabilitas energi global.
- Kedua negara membahas penguatan kerja sama ekonomi dan keamanan dalam pertemuan di Beijing.
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menarik perhatian publik setelah menyatakan bahwa China berniat melanjutkan pembelian minyak dari Iran. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara dengan Fox News, mempertegas dinamika terbaru hubungan energi dan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, Trump menegaskan bahwa isu minyak menjadi bagian penting dari pembicaraannya dengan Presiden China, Xi Jinping, selama kunjungan kenegaraan.
Trump mengungkap bahwa Xi menyoroti kebijakan energi China, termasuk ketertarikan Beijing untuk mempertahankan akses terhadap pasokan minyak Iran. Selain itu, Xi juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas di Selat Hormuz sebagai jalur vital pengiriman energi global.
Kunjungan Trump ke Beijing berlangsung pada 13–15 Mei, di mana berbagai isu strategis — dari perdagangan hingga keamanan kawasan — dibahas secara intensif oleh kedua pemimpin.
Baca juga: Trump Blokade Pelabuhan Iran di Tengah Gencatan Senjata
Beijing Ingin Tetap Akses Minyak Iran
Trump menyebut bahwa Xi secara langsung menyampaikan posisi Beijing. “Namun pada saat yang sama, dia mengatakan bahwa mereka membeli banyak minyak dari sana, dan mereka ingin terus melakukannya,” kata Trump dikutip Antara, Jumat (15/5/2026).
Selain soal minyak Iran, Xi juga menekankan pentingnya Selat Hormuz tetap terbuka, terutama setelah peningkatan ketegangan akibat serangan gabungan AS dan Israel terhadap target Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu respons balasan dari Iran terhadap fasilitas militer AS di Timur Tengah serta wilayah Israel.
Ketegangan tersebut hampir melumpuhkan arus energi global karena Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi negara-negara Teluk Persia dalam menyalurkan minyak dan gas alam cair ke pasar internasional. Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga energi di banyak negara.
Fokus Pertemuan: Selat Hormuz dan Stabilitas Energi
Gedung Putih menyatakan bahwa Xi dan Trump sepakat mengenai urgensi menjaga Selat Hormuz agar tetap aman dan bebas dari militerisasi ataupun biaya tambahan bagi kapal yang melintas. Xi juga menyampaikan minat China untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat sebagai langkah diversifikasi pasokan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga menegaskan kembali sikap bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Di sisi lain, pembicaraan ekonomi turut mengemuka, termasuk perluasan akses pasar bagi perusahaan AS di China, investasi industri, serta kerja sama penghentian aliran prekursor fentanyl ke AS.
Sementara itu, Xinhua melaporkan bahwa Xi mengingatkan potensi bentrokan jika isu Taiwan tidak dikelola dengan cermat. Namun ia menegaskan bahwa hubungan ekonomi China–AS bersifat saling menguntungkan dan perlu diarahkan pada kemitraan konstruktif jangka panjang.
Baca juga: Iran Tolak Usulan Damai AS, Begini Reaksi Trump
Hubungan AS-China: Antara Minyak, Perdagangan, dan Keamanan
Kunjungan kenegaraan ini memperlihatkan bahwa meski hubungan kedua negara kerap diwarnai ketegangan, kedua pemimpin masih mencari titik temu dalam isu energi dan stabilitas kawasan. Penekanan Trump terkait minyak Iran menunjukkan bahwa dinamika energi global tetap menjadi salah satu faktor penentu peta geopolitik internasional.
Dengan pembicaraan yang masih terus berkembang dan sejumlah agenda lanjutan seperti jamuan makan siang kerja pada Jumat, pertemuan Trump dan Xi dapat menjadi fondasi arah hubungan bilateral dalam beberapa tahun mendatang.
Pernyataan Trump mengenai niat China untuk terus membeli minyak Iran menjadi penanda bahwa isu energi tetap menjadi pusat tarik-menarik kepentingan di antara kekuatan global. (*)
Editor: Galih Pratama


