Mitra Dagang Iran
Iran sendiri memiliki jaringan dagang yang cukup luas. Berdasarkan data Bank Dunia, Iran tercatat mengekspor produk ke 147 mitra dagang pada 2022.
Komoditas ekspor terbesar Iran berdasarkan nilai yakni bahan bakar. Sementara, impor utama seperti barang setengah jadi, sayuran, mesin, serta berbagai peralatan industri.
Mengutip Al Jazeera, berikut sejumlah mitra dagang utama Iran:
1. China
China adalah mitra dagang terbesar Iran dengan perdagangan bilateral lebih dari USD13 miliar pada 2024, menurut United Nations Comtrade, sebuah basis data global statistik perdagangan internasional resmi.
Namun, karena sanksi, banyak perdagangan terjadi melalui armada bayangan dan tidak tercatat secara resmi. Misalnya, data Bank Dunia dari tahun 2022 menunjukkan volume perdagangan keseluruhan antara China dan Iran bernilai USD37 miliar.
Baca juga: Ekonom Sebut China Malah Harus Bayar ‘Utang’ Proyek Kereta Cepat Whoosh, Ini Penjelasannya
China mengimpor 80 persen minyak Iran tahun lalu, memberikan pendapatan yang sangat dibutuhkan karena pembeli minyak utama lainnya, seperti India, secara drastis mengurangi impor mereka setelah sanksi AS diberlakukan selama masa jabatan pertama Trump.
Katrina Yu dari Al Jazeera, melaporkan dari Beijing, mengatakan China telah menjadi mitra dagang utama Iran sejak 2016. Perdagangan tersebut telah memberikan "jalur kehidupan ekonomi bagi Iran”.
2. Turki
Menurut data UN Comtrade tahun 2024, Turki adalah mitra dagang terbesar kedua Iran. Perdagangan antara kedua negara bernilai sekitar USD5,7 miliar.
Turki menghadapi tarif dasar dari AS sebesar 15 persen. Sejak Juni, AS telah menggandakan tarifnya untuk baja dan aluminium dari sebagian besar mitra dagangnya, termasuk Turki, menaikkannya dari 25 menjadi 50 persen.
Baca juga: Trump Ngebet Garap Cadangan Emas Venezuela, Ternyata Segini Nilainya
3. Pakistan
Pakistan adalah tujuan ekspor utama Iran, dengan total nilai ekspor sekitar USD1,2 miliar pada tahun 2024. Ekspor Pakistan ke AS saat ini menghadapi tarif 19 persen.
4. India
India mencatat nilai ekspor Iran sedikit di atas USD1,05 miliar pada 2024. India juga menghadapi tarif AS hingga 50 persen untuk baja dan aluminium.
Pekan lalu, media melaporkan rencana AS mengenakan tarif 500 persen terhadap India terkait impor minyak Rusia.









