Poin Penting
- BELL menargetkan pertumbuhan laba dan pendapatan sekitar 8 persen tahun ini dengan strategi efisiensi melalui modernisasi mesin, inovasi produk, serta penguatan operasional dan ritel
- BELL menyiapkan capex Rp21 miliar (Rp15 miliar untuk mesin, Rp6 miliar untuk ritel), disertai konsolidasi back office dan ekspansi ritel yang dilakukan secara hati-hati berbasis kajian pasar.
- Laba bersih naik 8,94 persen menjadi Rp13 miliar, penjualan stabil Rp585 miliar, namun pendapatan operasional turun 6,8 persen akibat melemahnya belanja konsumen di segmen ritel.
Jakarta – PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) menargetkan pertumbuhan laba dan pendapatan tahun 2026 mampu tumbuh hingga 8 persen.
“Untuk target pertumbuhan laba bersih tahun 2026 secara konsolidasi yaitu keseluruhan segmen seperti dijelaskan kita target pertumbuhan 8 persen,” ucap Direktur BELL, Heru Jatmiko Harrianto.
Lebih jauh Heru menjelaskan, bahwa BELL telah menyusun strategi untuk merealisasikan target tersebut. Salah satunya dengan modernisasi mesin dengan teknologi canggih untuk efisiensi produksi yang lebih tinggi.
Lalu, mengembangkan produk inovatif yang selaras dengan kebutuhan pasar. Didukung juga oleh Trisula Innovation Center (TIC) untuk memperkuat upaya Perseroan dalam mendorong inovasi terintegrasi di sektor tekstil dan garmen.
Baca juga: Naik Dua Kali Lipat, BELL Bagikan Dividen Rp10 Miliar Tahun Buku 2025
“Kami juga juga mengonsolidasikan back office untuk efektivitas operasional yang lebih baik, serta rutin menghadirkan produk baru di divisi ritel untuk meningkatkan pangsa pasar,” jelas Heru.
Untuk mendukung strategi tersebut, BELL telah memutuskan akan menggelontorkan belanja modal atau capital expenditure (capex) senilai Rp21 miliar, dengan rincian Rp15 miliar untuk peremajaan mesin dan Rp6 miliar untuk perluasan segmen retail.
“Namun untuk perluasan segmen retail juga kita tentunya sangat berhati-hati dan kita juga akan melakukan kajian pasar yang cukup mendalam untuk setiap pembukaan gerai baru maupun peluncuran produk baru retail,” imbuhnya.
Kinerja BELL 2025
BELL mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Laba bersih perseroan tercatat 8,94 persen secara tahunan atau year-on-year menjadi Rp13 miliar dari Rp12 miliar.
“Sementara penjualan bersih mencapai Rp585 miliar relatif stabil secara tahunan. Didukung oleh permintaan domestik yang lebih kuat,” imbuhnya.
Segmen manufaktur tetap menjadi kontributor utama terhadap capaian laba. Ini tak lepas dukungan portofolio produk yang kuat, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta kekuatan merek yang mampu menjaga permintaan dan posisi pasar.
Baca juga: KEJU Tebar Dividen Rp89,88 Miliar, 50 Persen dari Laba 2025
Hanya saja, dari sisi pendapatan operasional mengalami penurunan 6,80 persen menjadi Rp29 miliar di tahun 2025 dari Rp31 miliar tahuj sebelumnya.
Heru menyebut penurunan pendapatan operasional 2025 tersebut dipicu oleh segmen divisi retail yang cenderung berhati-hati dalam membelanjakan uangnya, karena mengutamakan kebutuhan pokok.
“Jadi dari memang customer-customer kita itu memang posisinya tahun 2025 lebih wait and see, juga cenderung untuk lebih berhati-hati dalam membelanjakan uangnya. Jadi mereka ada pergeseran prioritas untuk kebutuhan pokok,” ujar Heru. (*)
Editor: Galih Pratama








