Panel yang dimoderatori oleh Steven Marcelino, Direktur Eksekutif YIPA merasa asosiasi ratusan anggota profesional yang bekerja di berbagai korporasi di Inggris pada sektor-sektor strategi di Inggris ini penting untuk menunjukan meningkatnya Human Capital yang berskala internasional yang mungkin bias membantu mengisi talent shortage.
“YIPA selalu memposisikan para anggotanya sebagai para future business leaders,” tambah Steven yang berkarir sebagai Strategi Konsultan di Accenture London.
Baca juga: SDM Berkualitas Jadi Solusi Hadapi Tiga Tantangan Ini
KBRI London memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan layanan terbaru konsuler secara online. Gulfan Alfero selaku Minister Counsellor for Protocol and Consular memberikan presentasi tentang fitur-fitur terbaru dalam website yang diluncurkan oleh Ibu Menlu Retno Marsudi.
Menurut salah satu direktur YIPA, Jean Gabriel Renaldy dalam sesi tanya jawab dan networking, para professional muda di Inggris diminta kembali ke Indonesia untuk bangun negara berdasarkan berbagai kemampuan apalagi dengan adanya kartu diaspora yang memberikan jaminan kepemelikan lebih untuk para diaspora yang tinggal dan berkerja di luar negeri. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting KPPU menjatuhkan denda total Rp755 miliar kepada penyelenggara pindar atas pelanggaran penetapan bunga.… Read More