Poin Penting
- LGI menghadirkan fitur Care+ untuk mendukung gaya hidup sehat melalui layanan wellness berbasis AI
- Asuransi kesehatan kini bertransformasi dari sekadar proteksi menjadi pencegahan penyakit berbasis digital
- Tren wellness dan AI memperkuat layanan kesehatan yang lebih proaktif bagi nasabah.
Jakarta – Industri asuransi kesehatan mulai menghadirkan layanan yang tidak hanya berfokus pada perlindungan finansial, tetapi juga mendorong upaya pencegahan penyakit melalui berbagai fitur kesehatan digital.
PT Lippo General Insurance Tbk (LGI) menjadi salah satu perusahaan yang mendorong transformasi tersebut melalui peluncuran Care+, fitur wellness terbaru yang terintegrasi dalam aplikasi eBenefit Health. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memantau kondisi kesehatan sehari-hari sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat secara lebih konsisten.
Vice President Director LGI, Ricky Choi mengatakan layanan kesehatan digital saat ini tidak lagi hanya berfokus pada perlindungan ketika seseorang sakit, tetapi juga mendorong upaya pencegahan agar risiko kesehatan dapat diminimalkan sejak dini.
Baca juga: Konsolidasi Asuransi BUMN Dikebut, AAUI Waspadai Risiko Ini
“Care+ merupakan bagian dari komitmen LGI untuk menghadirkan solusi kesehatan digital yang tidak hanya mendukung perlindungan, tetapi juga membantu masyarakat menjaga kesehatannya secara proaktif. Melalui fitur ini, pengguna dapat memantau berbagai aspek kesehatan sehari-hari dengan lebih mudah dan terintegrasi,” ujarnya, seperti dikutip, Selasa, 23 Juni 2026.
Ricky mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam menerapkan gaya hidup sehat adalah menjaga konsistensi. Karena itu, pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu masyarakat memantau kondisi kesehatan secara lebih praktis dan berkelanjutan.
Melalui Care+, pengguna dapat mengakses berbagai layanan wellness, mulai dari pelacakan aktivitas fisik, pemantauan kualitas tidur, pengelolaan nutrisi, hingga konten edukasi kesehatan. LGI juga menghadirkan fitur Face Scan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat memberikan informasi terkait sejumlah indikator kesehatan, seperti detak jantung, laju pernapasan, hingga tingkat stres.
Pemanfaatan teknologi AI dalam layanan kesehatan sejalan dengan transformasi digital yang tengah didorong pemerintah. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin sebelumnya menegaskan bahwa digitalisasi telah menjadi fondasi penting dalam reformasi sistem kesehatan nasional, termasuk pemanfaatan AI untuk mendukung deteksi dini, pengambilan keputusan, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan.
Menurut Budi, teknologi kesehatan digital diperlukan untuk memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Kementerian Kesehatan juga tengah mengembangkan berbagai inisiatif digital, termasuk integrasi data kesehatan melalui platform SATUSEHAT dan pemanfaatan AI untuk mendukung surveilans penyakit serta upaya pencegahan yang lebih efektif.
“Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” ujarnya.
Sejalan dengan tren tersebut, penggunaan AI dalam layanan kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pemantauan kesehatan mandiri. Kehadiran fitur-fitur digital memungkinkan pengguna memperoleh gambaran kondisi kesehatan secara lebih cepat melalui perangkat yang digunakan sehari-hari.
Baca juga: Premi Asuransi Kesehatan Terus Naik, Allianz: Repricing Kini Sulit Dihindari
Selain itu, pengguna juga dapat mengakses berbagai rekomendasi gaya hidup yang disesuaikan dengan tujuan kesehatan masing-masing. Seluruh layanan tersebut terintegrasi dalam aplikasi eBenefit Health tanpa memerlukan aplikasi tambahan.
Pendekatan berbasis wellness semakin banyak diadopsi seiring meningkatnya perhatian terhadap upaya pencegahan penyakit dan kesehatan jangka panjang. Di saat yang sama, model layanan tersebut juga mencerminkan perubahan tren industri asuransi yang semakin menempatkan kesehatan dan pencegahan sebagai bagian dari pengalaman nasabah. (*) Ayu Utami


