Moneter dan Fiskal

Tren Belanja Meningkat usai Libur dan Cuti Bersama, Ini Penjelasan Mandiri Institute

Jakarta – Mandiri Institute melaporkan periode libur dan cuti bersama selama Mei hingga awal Juni 2025 telah mendongkrak peningkatan belanja masyarakat pasca-Ramadan dan Idulfitri 2025.

Berdasarkan Data Mandiri Spending Index (MSI), belanja masyarakat tercatat berada di level 269,5 poin per 15 Juni 2025, setelah melewati periode libur Hari Buruh, Waisak, Kenaikan Yesus Kristus, dan Iduladha. Angka itu meningkat 14,1 poin dibandingkan 4 Mei 2025 yang berada di level 255,4 poin.

Selain itu, MSI juga memperkirakan bahwa jika tidak ada periode libur dan cuti bersama, belanja masyarakat hanya akan berada di kisaran 242,7 poin pada 4 Mei 2025, dan 249,0 poin per 15 Juni 2025. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan capaian pada 30 Maret 2025 atau periode Ramadan-Lebaran yang sebesar 285,2 poin.

“Tanpa momentum libur tersebut, MSI kami perkirakan 5-8 persen di bawah level saat ini. Kelompok menengah-atas menjadi penopang utama belanja selama liburan,” kata Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, dalam keterangannya, dikutip, Senin, 30 Juni 2025.

Baca juga: Festival Belanja FJGS 2O25 Resmi Dibuka, Cek Promo dan Cara Dapat Undian

Mandiri Institute juga mencatat, belanja selama periode libur 2025 meningkat lebih tinggi di daerah wisata yang lokasinya dekat dengan Jadetabek (Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi) dibandingkan dengan wilayah seperti Yogyakarta dan Bali.

Sejalan dengan itu, belanja di kota-kota besar yang merupakan daerah utama asal wisatawan juga meningkat lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa pola mobilitas masyarakat saat liburan mayoritas terjadi di dalam kota.

Barang Konsumen dan Aktivitas Makan Jadi Tren Utama

Adapun belanja barang konsumen (consumer goods) menjadi aktivitas dominan selama masa mobilitas dan liburan. Hal ini terlihat dari tingginya aktivitas dining-out yang menjadi jenis pengeluaran utama masyarakat saat melakukan perjalanan dan liburan sepanjang 2025.

Sementara itu, peningkatan belanja selama periode libur, terutama didorong oleh kelompok menengah dan atas. Sebaliknya, belanja pada kelompok bawah justru mengalami penurunan sebesar 7,5 persen pada Mei 2025 dibandingkan April 2025.

Baca juga: Efisiensi atau Transisi? Konsumsi Pemerintah Turun di Tengah Realokasi Anggaran

Di sisi lain, belanja kelas menengah naik 14,8 persen, dan kelas atas tumbuh 13,1 persen pada periode yang sama.

“Secara umum, mobilitas atau aktivitas belanja terkait perjalanan pada kelompok bawah diikuti dengan belanja kebutuhan rumah tangga, sementara kelompok menengah-atas diikuti belanja hiburan serta barang tahan lama,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

OJK Catat 24 Pindar Punya Kredit Macet (TWP90) di Atas 5 Persen

Poin Penting OJK mencatat 24 penyelenggara pindar memiliki TWP90 di atas 5 persen per November… Read More

2 mins ago

BI: Penjualan Eceran Diperkirakan Tetap Tumbuh pada Desember 2025

Poin Penting IPR Desember 2025 diperkirakan tumbuh 4,4% (yoy), ditopang konsumsi Natal dan Tahun Baru.… Read More

6 mins ago

Kebijakan Fiskal Ugal-Ugalan, Apa Tidak Dipikirkan Dampaknya?

Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More

2 hours ago

OJK Setujui Pencabutan Izin Usaha Pindar Milik Astra

Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More

2 hours ago

OJK Resmi Bentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital

Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More

2 hours ago

Infobank Perbaiki Perhitungan LAR, Rasio Bank BCA Syariah Turun Jadi 5,53 Persen

Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More

3 hours ago