Poin Penting
- Nilai transaksi harian IHSG pada awal Juli 2026 hanya berkisar Rp9 triliun-11 triliun.
- Sucor Sekuritas menilai dana investor banyak terserap ke IPO, termasuk IPO JELI yang oversubscribed sekitar 270 kali.
- Sentimen geopolitik dan evaluasi S&P terhadap Indonesia juga menahan aktivitas perdagangan saham.
Jakarta – Nilai transaksi saham berdasarkan data RTI Business di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak awal Juli 2026 hingga saat ini terpantau lesu, karena hanya berkisar di rentang Rp9 triliun-11 triliun.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menyoroti bahwa lesunya nilai transaksi di pasar saham RI itu dipicu oleh ramainya aksi korporasi Initial Public Offering (IPO) pada pekan kedua Juli.
“Kalau teman-teman lihat, betul nggak IHSG transaksinya harian berkisar di Rp9, 10, 11 triliun. Nah, kenapa? Ah, duitnya itu banyak kesedot di IPO. Di IPO JELI aja waktu itu oversubscriber-nya hampir 300 kali. Sekitar 270 kali dari porsi pooling kurang lebih Rp15 triliun,” katanya kepada media di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Menghijau ke Level 5.885, Naik 0,21 Persen
Tidak hanya itu, Bernadus melihat lesunya nilai transaksi IHSG juga dipicu oleh kondisi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas, lalu watchlist S&P Dow Jones Indices yang baru saja merilis watchlist Indonesia berpeluang turun kelas ke frontier market.
“Jadi duit itu masih kesedot di IPO. Kita melihat bahwa secara geopolitik, Amerika sama Iran memanas lagi. Kemudian ada peringatan dari S&P juga dan kita masih wait and see. Kaitannya mengenai S&P rating kita berapa, rating country kita, outlook kita gimana,” imbuhnya.
Investor Ritel Dominasi Perdagangan Saham
Ia merincikan, pada saat adanya momentum IPO memang berdampak pada nilai transaksi IHSG, disebabkan karena kontribusi lokal terhadap IHSG mencapai 75 persen, dengan 55-60 persen adalah retail, sementara 10-15 persen merupakan institusi lokal, dan sisanya 20-25 persen investor asing.
Sehingga, ia berharap kondisi pasar saham kembali bergairah usai aksi korporasi IPO rampung pada pekan ini, di mana pada Jumat (10/7) masih akan ada satu perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI, yakni PT Rans Entertainmen Media Tbk (RANS).
“Jadi kalau lokal yang lagi lari ke IPO, pasti transaksinya pada sepi. Semoga nanti setelah RANS beres, kita kembali bergairah,” ujar Bernadus.
Baca juga: Respons Bos BEI usai Pasar Modal RI Terancam Turun ke Frontier Market
Sebagai informasi, hingga 9 Juli 2026, telah terdapat enam perusahaan yang melakukan IPO di BEI, di antaranya adalah PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) pada 10 April 2026 yang lalu.
Lalu pada pekan kedua Juli ini, ada dua perusahaan, yakni PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) sebagai perusahaan yang ke-2 dan ke-3 pada 2026.
Kemudian, PT Bach Multi Global Tbk (BACH) dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) sebagai perusahaan yang ke-4 dan ke-5. Serta, PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang baru mencatatkan sahamnya Kamis, 9 Juli 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


