“Dan biarpun saya tiada beruntung sampai ke ujung jalan itu, meskipun patah di tengah jalan, saya akan mati dengan merasa berbahagia, karena jalannya sudah terbuka dan saya ada turut membantu mengadakan jalan yang menuju ke tempat perempuan Bumiputera (Indonesia) merdeka dan berdiri sendiri”.
Kutipan tersebut merupakan sepenggal curahan hati dari seorang wanita kebanggaan negeri ini, Raden Ajeng (RA) Kartini, yang tergores dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Tersirat, begitu besarnya harapan Kartini terhadap wanita-wanita Indonesia untuk menjadi makin lebih baik, untuk duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan kaum adam. Jika diberi kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki, para wanita akan dapat berperan lebih bagi kemajuan bangsa ini.
Apa yang dimimpikan Kartini, yang hidup di masa kolonial, 1879-1904, kini dapat dikatakan sudah terwujud. Wanita-wanita Indonesia sudah sejajar dengan kaum laki-laki, di berbagai aspek, seperti pendidikan maupun pekerjaan.
Sebagai contoh sekilas saja, republik ini pernah punya presiden wanita. Di level menteri negara, di berbagai periode pemerintahan, termasuk di pemerintahan saat ini, juga ada menteri wanita. Di tingkat daerah, tak sedikit wanita yang menjadi kepala daerah. Pun di lingkungan korporasi, banyak wanita hebat yang menjadi leader tangguh dan mampu mengukir prestasi. Keberagaman (diversity) gender sekarang sudah jadi hal yang lumrah.
Banyak perusahaan keuangan yang kini memberi tempat di posisi top management untuk para wanita. Itu menjadi bukti bahwa tak ada lagi sekat-sekat mengenai gender. Bank global sekelas Citibank pun memprioritaskan adanya diversity, baik diversity generasi maupun gender. Dan di Citibank Indonesia, dari 7 direksi, 4 di antaranya adalah wanita. “Human capital diversity is priority in Citi Indonesia,” kata Batara Sianturi, Chief Executive Officer (CEO) Citi Indonesia, saat memberikan training kepada para manajer Infobank Media Group di Jakarta, Selasa, 29 Maret 2022.
Majalah Infobank edisi April 2022 menerbitkan laporan khusus bertajuk “Top 100 Most Outstanding Women 2022”. Para wanita yang ditampilkan, khususnya, adalah pemimpin-pemimpin perusahaan dari industri jasa keuangan, yakni perbankan (bank umum dan BPR), asuransi jiwa, asuransi umum, multifinance, dan sekuritas, ditambah perusahaan BUMN, di level direksi dan komisaris.
“Top 100 Most Outstanding Women 2022” adalah sebuah forum atau kumpulan leader wanita pilihan Infobank, yang dinilai berpengaruh terhadap industri atau lingkungannya. Beberapa nama besar ada di dalam forum ini, seperti Sri Mulyani, Menteri Keuangan RI, Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina, Lani Darmawan, Direktur Utama Bank CIMB Niaga, dan Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas – yang kini sedang mengikuti seleksi pemilihan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2022-2027.
Ingin tahu lebih jauh mengenai 100 wanita luar biasa di industri jasa keuangan dan BUMN yang mengisi forum “Top 100 Most Outstanding Women 2022”? Simak laporan selengkapnya di Majalah Infobank No. 528, edisi April 2022. (*) Ari Nugroho
*Pemesanan/pembelian majalah: 0852-8802-0094, 0815-9960-459, sirkulasi@infobank.co.id / www.infobankstore.com (versi digital)
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More