Poin Penting
- Pilih jenis perlindungan yang tepat (TLO atau komprehensif) sesuai kebutuhan dan risiko kendaraan
- Sesuaikan polis dengan karakteristik kendaraan (konvensional vs listrik), termasuk perlindungan komponen utama seperti mesin atau baterai
- Perhatikan manfaat tambahan, isi polis, serta reputasi perusahaan agar cakupan optimal dan proses klaim jelas.
Jakarta – Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan berbahan bakar konvensional hingga mobil listrik, kebutuhan akan perlindungan kendaraan juga semakin kompleks.
Perbedaan karakteristik, biaya perawatan, hingga risiko dari masing-masing jenis kendaraan membuat pemilik perlu lebih cermat dalam memilih asuransi yang tepat.
Associate Director of Sales PT Sompo Insurance Indonesia, Suhandi Sumantri, mengungkapkan terdapat sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan agar perlindungan kendaraan sesuai dengan kebutuhan.
Pertama, pemilik kendaraan perlu memahami jenis perlindungan dasar. Secara umum, terdapat dua skema utama, yakni Total Loss Only (TLO) yang hanya menanggung kerusakan berat atau kehilangan, serta asuransi komprehensif yang memberikan perlindungan lebih luas, termasuk kerusakan sebagian akibat kecelakaan hingga pencurian.
Kedua, penting menyesuaikan perlindungan dengan jenis kendaraan. Mobil konvensional umumnya memiliki risiko utama pada mesin dan sasis, sementara kendaraan listrik lebih berfokus pada komponen baterai yang bernilai tinggi.
“Oleh karena itu, pemilihan polis harus mempertimbangkan kebutuhan spesifik tersebut,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.
Baca juga: Pajak Kendaraan Listrik Tak Gratis Lagi, Pemprov DKI Siapkan Aturan Baru
Ketiga adalah memperhatikan manfaat tambahan atau rider. Beberapa perlindungan tambahan yang bisa dipertimbangkan antara lain perlindungan terhadap banjir, gempa bumi, huru-hara, hingga tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga.
Keempat, pemilik kendaraan disarankan membandingkan premi dengan manfaat yang ditawarkan. Premi yang lebih tinggi tidak selalu merugikan jika diimbangi dengan cakupan perlindungan yang lebih lengkap serta kemudahan dalam proses klaim.
Kelima, memahami isi polis secara menyeluruh menjadi langkah krusial. Banyak nasabah kerap mengabaikan detail dalam polis, padahal di dalamnya terdapat informasi penting terkait pengecualian, prosedur klaim, serta hak dan kewajiban pemegang polis.
Baca juga: Portofolio Pembiayaan EV Adira Finance Didominasi Mobil Listrik
Keenam, memastikan proses klaim yang jelas dan transparan. Klaim asuransi hanya diproses berdasarkan ketentuan dalam polis yang telah disepakati, sehingga penting bagi nasabah untuk memahami alur pengajuan hingga penyelesaian klaim, termasuk jaringan bengkel rekanan yang tersedia.
Ketujuh, memilih perusahaan asuransi yang terpercaya. Reputasi perusahaan, kualitas layanan pelanggan, serta transparansi dalam proses klaim menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Mencari ulasan dari pengguna lain juga dapat membantu dalam menentukan pilihan.
“Dengan memahami berbagai aspek tersebut, pemilik kendaraan, baik konvensional maupun listrik—dapat memperoleh perlindungan yang optimal dan sesuai dengan kebutuhan di tengah dinamika perkembangan industri otomotif saat ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama




