Poin Penting
- Teknologi AI mulai mengubah cara investor ritel menganalisis saham dengan mengolah jutaan data pasar menjadi keputusan investasi yang lebih cepat dan objektif
- PT Indo Premier Sekuritas menghadirkan fitur AI Analytics dan Trade Flow di aplikasi IPOT untuk membantu investor memahami fundamental, teknikal, hingga pergerakan smart money
- Melalui AI Decision Engine, investor ritel kini dapat mengakses analisis investasi yang sebelumnya lebih banyak digunakan oleh pelaku institusi dan fund manager.
Jakarta – Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) mulai mengubah cara investor ritel mengambil keputusan di pasar modal.
Jika sebelumnya platform perdagangan saham hanya berfungsi sebagai penyedia data dan informasi pasar, kini teknologi AI mulai dimanfaatkan untuk mengolah jutaan data menjadi analisis yang lebih mudah dipahami investor.
Transformasi tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan investor terhadap proses analisis yang lebih cepat di tengah derasnya arus informasi pasar.
Selama ini, investor ritel dihadapkan pada beragam indikator seperti grafik harga, laporan keuangan, pergerakan dana asing, hingga aktivitas broker yang harus dianalisis secara terpisah.
Baca juga: Dear Trader, Beli Voucher Kripto TRIV Kini Bisa di Indomaret
Melihat kondisi tersebut, PT Indo Premier Sekuritas menghadirkan inovasi terbaru pada aplikasi IPOT melalui fitur AI Analytics dan Trade Flow.
Kedua fitur tersebut dikembangkan menggunakan AI Decision Engine yang dirancang untuk membantu investor mengolah berbagai data pasar menjadi kesimpulan investasi yang lebih terstruktur.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menilai selama lebih dari tiga dekade industri pasar modal masih mengandalkan paradigma penyajian data mentah kepada investor.
“Mesin AI Decision Engine yang dulunya hanya kami sediakan khusus untuk institusi raksasa, kini resmi didekonstruksi dan diserahkan secara utuh kepada investor ritel Indonesia,” jelas Moleonoto dikutip 30 Juni 2026.
Ia menjelaskan, platform tersebut menggunakan kombinasi algoritma matematis, market intelligence, dan artificial intelligence untuk memproses jutaan data pasar menjadi analisis, kesimpulan, serta rekomendasi investasi.
“Filosofi pengembangan teknologi IPOT sangat sederhana bahwa Artificial Intelligence seharusnya tidak digunakan hanya untuk melaporkan pasar. Artificial Intelligence harus digunakan sebagai trading assistant untuk memperkuat keputusan, meningkatkan akurasi dan presisi, mengurangi bias, mempercepat financial analysis, serta memperkuat proteksi investasi,” imbuhnya.
Analisis Setara Institusi
Melalui fitur AI Analytics, investor dapat memperoleh ringkasan kondisi suatu saham berdasarkan kombinasi analisis fundamental, teknikal, arus transaksi, hingga sentimen berita.
Sistem AI kemudian menyajikan kesimpulan dalam bentuk indikator bullish, neutral, atau bearish sehingga memudahkan investor memahami kondisi emiten.
Sementara itu, fitur Trade Flow dirancang untuk mengidentifikasi aktivitas pelaku pasar, termasuk pergerakan smart money, investor asing, hingga transaksi dengan tingkat agresivitas tinggi.
Analisis tersebut mencakup akumulasi dan distribusi dana, foreign flow, serta pola transaksi yang berpotensi memengaruhi arah harga saham.
Menurut Moleonoto, teknologi tersebut merupakan bentuk demokratisasi akses terhadap analisis yang selama ini lebih banyak digunakan oleh manajer investasi, fund manager, maupun analis institusi.
Ia menambahkan, AI Decision Engine yang dikembangkan perusahaan merupakan hasil integrasi proprietary mathematical algorithms, machine learning, predictive analytics, behavioral finance modeling, serta institutional investment framework yang telah digunakan dalam analisis investasi institusional.
Teknologi tersebut mampu melakukan analisis fundamental, teknikal, trade flow, portofolio, hingga kondisi pasar secara simultan untuk menghasilkan ringkasan investasi, penilaian risiko, identifikasi peluang, diagnosis portofolio, serta kesimpulan investasi.
Baca juga: POJK Baru Bikin Influencer Kripto Tak Bisa Lagi Asal Promosi
Membaca Pergerakan Smart Money
Pada fitur Trade Flow, sistem AI tidak hanya menampilkan data transaksi, tetapi juga menginterpretasikan aktivitas smart money, investor asing, dan pelaku pasar agresif secara real time.
Investor dapat memantau skor aliran dana, pola akumulasi maupun distribusi, aktivitas foreign flow, hingga tingkat agresivitas transaksi pasar yang kemudian diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami.


