Poin Penting
- Maybank Marathon 2026 menargetkan dampak ekonomi bagi Bali mencapai Rp300 miliar.
- Jumlah peserta meningkat menjadi 14.100 pelari dari 46 negara.
- Maybank Indonesia memperkuat aspek keselamatan dan menargetkan penyelenggaraan zero carbon pada 2030.
Jakarta – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) menargetkan dampak ekonomi bagi Provinsi Bali mencapai Rp300 miliar dari penyelenggaraan Maybank Marathon 2026. Target ini melanjutkan tren peningkatan nilai ekonomi yang dihasilkan ajang lari internasional tersebut dalam dua tahun terakhir.
Project Director Maybank Marathon, Bambang Irawan, mengatakan dampak ekonomi menjadi bagian dari upaya Maybank Marathon memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal di Bali.
Target tersebut didukung peningkatan jumlah peserta. Tahun ini, sebanyak 14.100 pelari dari 46 negara akan mengikuti ajang Maybank Marathon 2026, meningkat dari sekitar 13.600 peserta pada tahun sebelumnya.
“Tahun ini tentu kami berharap lebih tinggi lagi. Mudah-mudahan tembus Rp300 miliar, karena sejalan dengan jumlah peserta lari juga yang meningkat,” ujar Bambang dalam konferensi pers Persiapan Teknis Maybank Marathon 2026, di Multifunction Hall Maybank Indonesia, Sentral Senayan III, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 Fokus Kurangi Emisi Karbon
Bambang mengungkapkan, berdasarkan kajian selama dua tahun terakhir, nilai ekonomi yang dihasilkan Maybank Marathon terus meningkat. Pada 2024, ajang tersebut menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp164 miliar, kemudian naik menjadi Rp255,5 miliar pada 2025.
Selain itu, belanja rata-rata peserta juga meningkat dari Rp9,8 juta pada 2024 menjadi Rp12,5 juta pada 2025. Sementara itu, omzet pelaku usaha meningkat 56 persen selama penyelenggaraan Maybank Marathon 2025.
“Kami ingin event maraton ini bukan hanya gelaran maraton biasa. Kami ingin memberikan value untuk komunitas lokal dan juga UMKM di sana,” ujarnya.
Dorong Sport Tourism
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwanmengatakan dampak ekonomi tersebut menjadi salah satu aspek yang sejak awal penyelenggaraan Maybank Marathon.
Menurutnya, Maybank Marathon tidak hanya dirancang sebagai kompetisi olahraga berstandar internasional, tetapi juga untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, pemerintah daerah, dan komunitas sekitar.
“Maybank Marathon ini bukan hanya sekadar ajang lari. Tetapi ini adalah kombinasi dari sport, tourism, dan sustainability,” ujar Steffano.
Baca juga: Siap-siap Runners! Road to Maybank Marathon 2026 Resmi Digelar di 6 Kota
Selain dampak ekonomi, Maybank Marathon terus memperkuat aspek keberlanjutan dalam penyelenggaraannya. Maybank Indonesia menargetkan penyelenggaraan Maybank Marathon mencapai kondisi zero carbon pada 2030.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Maybank Marathon memberikan dampak yang lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan.
“Setiap tahun itu menjadi komitmen dari kita semua untuk bisa membuat acara ini menjadi lebih baik lagi, lebih aman lagi untuk semua runner, dan yang paling penting adalah bagaimana bisa memberikan dampak yang lebih positif lagi terhadap society, masyarakat, partner, dan semua pelari,” katanya.
Persiapan Teknis Maybank Marathon 2026
Di sisi lain, Bambang memastikan persiapan teknis Maybank Marathon 2026 terus dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan berlangsung aman dan sesuai standar internasional.
Panitia telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga medis, mitra, sponsor, hingga Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Sejumlah evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya juga digunakan untuk memperbaiki berbagai aspek pelaksanaan tahun ini.
“Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kami juga ketemu dengan aparat, dengan petugas medis, teman-teman dari runners, dari mitra, dari sponsor,” kata Bambang.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 Ditargetkan Dongkrak Ekonomi Bali Rp300 Miliar
Salah satu fokus utama tahun ini adalah keselamatan pelari. Maybank Marathon menambah jumlah personel medis sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu menjadi sekitar 455 personel.
Jumlah ambulans juga ditingkatkan sekitar 15 persen dari tahun sebelumnya. Selain tenaga medis dan ambulans, panitia bekerja sama dengan kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, serta pecalang untuk mendukung pengaturan lalu lintas dan keamanan selama perlombaan.
“Bagi kami, aspek keselamatan itu adalah salah satu prioritas utama. Ini wujud tanggung jawab kami dari panitia untuk memastikan bila nanti ada peserta lari yang butuh bantuan, kami bisa siap,” ujarnya.
Road to Maybank Marathon Digelar di Enam Kota
Persiapan peserta juga dilakukan melalui program Road to Maybank Marathon. Program latihan tersebut digelar selama 16 minggu di enam kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Makassar, dan Denpasar.
Tak hanya pada hari perlombaan, Maybank Marathon juga menyiapkan rangkaian kegiatan sebelum race melalui Race Pack Collection yang dikemas dalam bentuk festival.
Kegiatan tersebut akan menghadirkan exhibition, program dari mitra dan sponsor, serta berbagai hiburan bagi peserta dan masyarakat.
Sebagai informasi, Maybank Marathon 2026 akan digelar pada 21–23 Agustus 2026 di Bali United Training Center, Gianyar, Bali.
Rangkaian acara dimulai dengan pengambilan race pack pada 21–22 Agustus. Puncak perlombaan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan kategori Marathon 42,195 kilometer, Half Marathon 21,1 kilometer, dan 10K. (*) Ayu Utami


