Poin Penting
- J&T Express mengandalkan efisiensi dan penguatan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan volume pengiriman sekaligus menjaga kualitas layanan
- Pemanfaatan AI, data analytics, dan teknologi sortir menjadi strategi J&T Express meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat proses pengiriman
- Volume pengiriman J&T Express tumbuh 65 persen yoy pada semester I-2026, sementara secara year to date meningkat 50%, didukung ekspansi infrastruktur dan teknologi.
Jakarta – Perusahaan ekspedisi multinasional PT Global Jet Express (J&T Express) membeberkan strategi bisnis untuk meningkatkan volume pengiriman paket.
CEO J&T Express Robin Lo mengatakan, terdapat dua kunci utama yang menjadi fokus perusahaan, yakni efisiensi dan penguatan infrastruktur.
Strategi tersebut berakar pada upaya memperbaiki layanan. Menurut Robin, peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama bisnis logistik agar dapat terus bertumbuh.
“Karena bagi bisnis logistik itu, fokusnya cuma satu: gimana caranya ongkos kirim itu bisa lebih murah lagi, layanannya itu bisa lebih cepat lagi, dan masyarakat yang menerima itu bisa lebih senang lagi,” beber Robin di agenda media gathering HUT J&T Express ke-11, Rabu, 26 Agustus 2026.
Baca juga: Volume Pengiriman Paket Meroket 65 Persen, J&T Express Ungkap Strateginya
Dari sisi infrastruktur, J&T Express akan memperbesar kapasitas gudang penyimpanan barang. Perusahaan juga akan menggandeng maskapai dan armada perkapalan untuk meningkatkan kualitas pengiriman.
Meski demikian, ekspansi dan penguatan infrastruktur dilakukan secara terukur. J&T Express tidak ingin membangun infrastruktur secara berlebihan karena berpotensi meningkatkan biaya operasional dan berdampak pada biaya pengiriman.
“Tapi tentunya ini kami juga nggak bisa terlalu berlebihan. Karena, dengan adanya infrastruktur yang berlebihan, artinya cost kami akan tinggi. Kalau cost kami tinggi, artinya biaya kami akan mahal,” tambah Robin.
Selain infrastruktur fisik, J&T Express memperkuat teknologi dalam proses operasional untuk meningkatkan efisiensi. Saat ini, perusahaan memiliki Automatic Sorting System di 19 pusat sortir yang mampu mempercepat proses hingga empat kali lipat dibandingkan metode manual.
J&T Express juga mengoperasikan 1.000 mesin sortir di 500 Drop Center yang mampu mempercepat proses hingga tiga kali lipat. Teknologi tersebut diperkuat dengan pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan data analytics untuk mengoptimalkan rute, memantau operasional secara real-time, serta menjaga standar operasional.
Menurut Robin, pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat fondasi bisnis J&T Express. AI dan data analytics dinilai mampu mendorong efisiensi sekaligus memperkokoh infrastruktur perusahaan.
“Kami pakai AI, kami pakai data analysis. Semoga, teknologi-teknologi ini bisa membantu kita sehingga masyarakat atau customer kami itu bisa lebih senang lagi, dalam memakai jasa J&t Express,” tutup Robin.
Baca juga: Cara J&T Express Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas
Sebagai informasi, hingga semester I-2026, J&T Express mencatatkan pertumbuhan volume pengiriman paket sebesar 65 persen secara year on year (yoy). Jika dihitung secara year to date (ytd), volume pengiriman paket meningkat 50 persen.
J&T Express saat ini memiliki 26 kantor cabang dan lebih dari 5.000 titik operasional yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Perusahaan juga mempekerjakan lebih dari 150.000 karyawan di Indonesia. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


