Poin Penting
- Seminar Natal Nasional 2025 menekankan pentingnya keluarga sebagai fondasi bangsa dalam menghadapi tantangan kota metropolitan
- Menteri Agama Nasaruddin Umar, Wamendikti Stella Christie, dan tokoh lainnya menegaskan keluarga yang kuat menentukan kualitas negara
- Natal Nasional 2025 juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, dan keagamaan senilai puluhan miliar rupiah di lebih dari 10 wilayah Indonesia
Jakarta – Panitia Natal Nasional 2025 bersama Sekola Tinggi Filsafat Theologi (STFT) Jakarta dan Kementerian Agama RI kembali menggelar Seminar Natal Nasional di STFT Jakarta, Sabtu, 3 Januari 2026.
Seminar ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang sudah digelar di 8 kota lainnya. Sesuai subtema yang diusung, “Keluarga Bertahan di Tengah Tantangan Kota Metropolitan”, penguatan peran keluarga dalam menghadapi tantangan menjadi sorotan dalam kegiatan ini.
Adapun narasumber yang hadir panel 1 dalam seminar ini adalah Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi Stella Christie, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan sekaligus pengusaha James T. Riady, dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, yang diwakili Asisten Kesejahteraan Rakyat Pemprov DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim.
Nasaruddin Umar menegaskan, keluarga adalah fondasi utama kekuatan bangsa dan negara.
“Tidak mungkin kita memiliki negara yang ideal kalau terdiri dari keluarga yang berantakan,” ujarnya saat menyampaikan pemaparan dikutip 3 Januari 2026.
Baca juga: Jasa Marga Catat 1,5 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek hingga H+1 Natal 2025
Tantangan paling berat bagi keluarga saat ini adalah perceraian. Anak-anak menjadi pihak yang paling terdampak. Sekitar 90 persen anak-anak yang terlibat narkoba adalah anak broken home. Kalau keluarga rusak, negara pun akan rusak. Ikatan emosial keluarga perlu diperkuat agar hubungan didalamnya harmonis.
Sementara, Stella Christie mengungkapkan mengenai bagaimana peran sentral komunikasi orangtua dengan anak. Para orangtua diajak untuk menjawab dan berbincang dengan anak.
“Refleksi saya sederhana, ayolah makan bersama dan berbicara waktu makan bersama anak-anak,” ujarnya.
Rangkaian Seminar Natal Nasional 2025 akan ditutup pada 29 Januari 2026 bertempat di Universitas Pelita Harapan, Jakarta.
Maruarar Sirait, Ketua Umum Panitia Natal Nasional, dalam sambutannya mengatakan seminar ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi momentum penting untuk mengajak masyarakat melihat kembali peran keluarga sebagai fondasi kehidupan.
“Melalui seminar di sembilan kota ini, kita ingin menghadirkan dialog yang membangun tentang bagaimana keluarga Indonesia dapat terus kuat, saling mendukung, dan tetap menjadi tempat pertama di mana nilai kasih dan harapan itu tumbuh,” kata Maruarar yang juga merupakan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) ini.
Sementara, Binsar Jonathan Pakpahan selaku Rektor STFT Jakarta sekaligus sebagai Koordinator Seminar Natal Nasional 2025 mengatakan, sangat penting untuk sama-sama menjaga dan menguatkan keluarga dalam menghadapi tantangan hidup di kota metropolitan.
Seminar ini menjadi bagian agenda resmi Natal Nasional 2025, selain bakti sosial, penyaluran bantuan bencana, bantuan beasiswa, bantuan perbaikan gereja, dan bantuan ambulance di lebih dari 10 titik wilayah di Indonesia.
Bantuan sosial yang disalurkan antara lain bantuan pendidikan Rp10 miliar dari umat Muslim yang diberikan di 10 titik. (Papua, Maluku, Maluku Utara, Kalimantan Barat, Toraja, Sulawesi Utara, NTT, Toba, Mentawai dan Nias). Lalu, ada 20.000 paket sembako dari umat Budha yang juga disalurkan pada 10 titik yang sama.
Selanjutnya, bantuan kesehatan 35 Ambulance dari Astra di 10 titik. Kemudian, ada bantuan Rp10 miliar dari James Riady untuk renovasi 100 gereja di 38 provinsi di Indonesia. Bantuan juga diberikan kepada organisasi aras gereja nasional, yaitu PGI, KWI, PGLII, PGPI, Baptis Indonesia, Advent Indonesia, Bala Keselamatan dan Ortodoks. Lalu bantuan 10.000 Alkitab dan 1.000 kursi roda untuk masyarakat, serta pembangunan jembatan gantung di Papua Pegunungan.
Baca juga: Jasindo Ingatkan Pentingnya Proteksi Rumah dan Kendaraan Selama Libur Nataru
Saat perayaan Natal Nasional pada 5 Januari di Tennis Indoor Senayan, akan disampaikan bantuan untuk 3.000 orang tamu kehormatan.
Rinciannya, 500 anak Sekolah Minggu Kristen dan Katolik, 500 guru Sekolah Minggu Kristen juga Katolik, 500 koster gereja, 400 paduan suara Kristen dan Katolik serta 100 orang disabilitas. Masing-masing akan menerima bantuan Rp1,5 juta, sehingga totalnya mencapai Rp4,5 miliar.
Panitia Natal Nasional juga menyalurkan bantuan sebesar Rp2,8 miliar saat terjadi bencana di Jawa Timur, Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat. (*) Ari Astriawan










