Poin Penting
- Vasanta Group mengembangkan kawasan terpadu Mawatu di Labuan Bajo seluas 12 hektare.
- Ekspansi dilakukan untuk menangkap peluang dari pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo.
- Mawatu menggabungkan delapan pilar, mulai dari hospitality, lifestyle, hingga community.
Jakarta – Vasanta Group memperluas portofolio bisnis dengan melakukan ekspansi ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ekspansi itu menjadi bagian strategi Vasanta Group menangkap potensi bisnis dari perkembangan pariwisata.
Di Labuan Bajo, tepatnya di kawasan Pantai Batu Cermin, perseroan akan mengembangkan kawasan terpadu Mawatu. Kawasan ini dikembangkan di atas lahan seluas 12 hektare dan digadang bakal menjadi pusat kota baru Labuan Bajo.
Baca juga: MPMX Jalankan Transplantasi Terumbu Karang di Labuan Bajo, Dukung Ekonomi Warga
Menurut Head of Strategic Marketing Vasanta Group, Jonathan Budiman, perkembangan pesat Labuan Bajo sebagai salah satu destinasi pariwisata utama mendorong kebutuhan kawasan yang dapat mengakomodasi berbagai aktivitas wisata dan masyarakat.
“Mawatu ingin menjadi bagian dari perjalanan kawasan ini sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat sekitar,” kata Jonathan dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.
Pariwisata Labuan Bajo Terus Tumbuh
Keputusan investasi Vasanta Group itu dilakukan di tengah pertumbuhan aktivitas pariwisata di NTT yang terus meningkat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, jumlah penumpang angkutan udara pada Maret 2026 mencapai 223.302 orang, meningkat 33,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Bandara Komodo Labuan Bajo menjadi salah satu simpul utama pergerakan udara di NTT dengan kontribusi 23,93 persen terhadap total penumpang angkutan udara di provinsi tersebut.
Lebih rinci, dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara, BPS mencatat jumlah wisman melalui pintu masuk utama NTT pada April 2026 mencapai 26.604 orang, atau melonjak 31,97 persen secara tahunan. Di periode sama, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 40,97 persen, naik 8,87 persen ketimbang periode sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Kemenpar Targetkan 6.600 Wisatawan dan Transaksi Rp58,45 Miliar di ITB India 2026
Tren peningkatan aktivitas pariwisata di kawasan itu juga turut didukung perkembangan konektivitas menuju Labuan Bajo. Penerbangan langsung Singapura–Labuan Bajo mulai beroperasi pada Maret 2025, sementara akses regional juga diperkuat melalui penerbangan langsung Kuala Lumpur–Labuan Bajo.
Kembangkan Kawasan Baru Terpadu
Dalam mengembangkan Mawatu sebagai kawasan terpadu, Vasanta Group mengombinasikan delapan pilar, yaitu *hospitality, lifestyle, culture, culinary, creative, maritime, nature, dan community.
Pada fungsi komersial, Mawatu menghadirkan area ritel dan kuliner serta fasilitas hiburan. Pengembangan Mawatu juga disebut mencakup unsur alam dengan memanfaatkan karakter kawasan Pantai Batu Cermin, termasuk panorama pantai, ekosistem mangrove, dan perbukitan alami.
Baca juga: Pariwisata Tumbuh Positif, Menpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,01 Triliun
Sementara untuk aspek budaya dan komunitas, Mawatu akan dilengkapi amphitheater untuk aktivitas seni serta kolaborasi dengan pengrajin tenun lokal dan komunitas kreatif.
Ekspansi bisnis melalui Mawatu memperluas portofolio Vasanta Group, sekaligus menambah eksposur perseroan pada pengembangan properti di kawasan pariwisata. (*) Ari Astriawan


