Poin Penting
- IHSG cetak rekor tertinggi sepanjang masa dengan menguat 0,65 persen ke level 8.804,84 pada sesi I perdagangan Senin (5/1), ditopang penguatan mayoritas sektor
- Sektor transportasi jadi penopang utama dengan lonjakan 3,22 persen, diikuti sektor energi (2,12 persen) dan bahan baku (1,67 persen)
- Sepanjang 2025 IHSG mencetak 24 kali rekor, naik 22,1 persen ytd dengan kapitalisasi pasar melonjak 28,16 persen menjadi Rp15.810 triliun.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak sejarah dengan menembus rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan sesi I, Senin (5/1). IHSG ditutup menguat 0,65 persen ke level 8.804,84, melanjutkan reli dari posisi sebelumnya di 8.748,13.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan hari ini kinerja IHSG yang menembus rekor tertinggi tersebut ditopang oleh penguatan hampir di seluruh sektor.
Sektor transportasi menjadi penopang utama dengan lonjakan 3,22 persen, disusul sektor energi yang naik 2,12 persen, serta sektor bahan baku yang menguat 1,67 persen.
Baca juga: Anak Usaha Emtek Diam-diam Borong Saham Superbank Rp25,76 Miliar
Selain itu, sektor industrial meningkat 1,32 persen dan sektor siklikal naik 1,12 persen.
Sektor lainnya juga berada di zona hijau. Sektor keuangan menguat 0,85 persen, infrastruktur naik 0,58 persen, properti menguat 0,44 persen, serta sektor kesehatan naik 0,25 persen.
Meski demikian, masih terdapat dua sektor yang bergerak melemah, yakni sektor teknologi yang terkoreksi 1,39 persen dan sektor non-siklikal yang turun 0,21 persen.
24 Kali Cetak Rekor Sepanjang 2025
Sebelumnya, sepanjang 2025 IHSG tercatat 24 kali menorehkan rekor tertinggi. Menurutnya, pencapaian tersebut tidak lepas dari kontribusi seluruh pemangku kepentingan di pasar modal Tanah Air.
“Setahun ini saya hitung ada 24 kali ATH. Ini tentu bukan hanya kerja OJK, self-regulatory organization (SRO), dan bursa, tapi sumbangsih kita semua termasuk stakeholder pasar modal,” ujar Iman Rachman, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam konferensi pers Penutupan BEI Tahun 2025″ di Gedung BEI, Jakarta, Selasa, 30 Desember 2025.
Hingga Desember 2025, IHSG tercatat telah meningkat 22,1 persen secara year-to-date (ytd) dan ditutup pada posisi 8.644,26.
Seiring dengan penguatan tersebut, kapitalisasi pasar juga melonjak 28,16 persen ytd mencapai Rp15.810 triliun dibanding posisi awal tahun.
Baca juga: Tensi Geopolitik AS-Venezuela Memanas, Apa Dampaknya ke Pasar Saham RI?
Adapun total nilai penghimpunan dana mencapai Rp268,14 triliun. Capaian ini melampaui target penghimpunan dana yang sebelumnya dipatok Rp220 triliun.
Pun demikian dengan rata-rata nilai transaksi harian pasar saham menunjukkan peningkatan signifikan di 2025.
Hingga Desember 2025, rata-rata nilai transaksi harian melonjak 40,54 persen ytd atau sebesar Rp18,06 triliun. Angka itu naik dari 2024 yang sebesar Rp12,85 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama










