Poin Penting
- Rupiah menguat 0,74 persen ke level Rp17.649 per dolar AS, seiring DXY melemah ke 98,83 pada pekan lalu
- IHSG naik 1,9 persen ke level 6.526 dan mencatat inflow asing Rp1,25 triliun, sementara kapitalisasi pasar BEI meningkat 1,83 persen menjadi Rp11.449 triliun
- Pasar obligasi bergerak variatif, dengan ID10Y turun ke 6,95 persennamun masih mencatat outflow asing Rp458 miliar. Di sisi lain, US10Y naik ke 4,73 perse.
Syailendra Research mencatat pergerakan variatif di pasar keuangan domestik sepanjang pekan lalu. Ini tercermin dari penguatan rupiah, penurunan imbal hasil obligasi, serta penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 0,74 persen ke level Rp17.649 per dolar AS. Penguatan rupiah tersebut terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS (DXY) yang turun ke level 98,83.
Di pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun atau ID10Y turun ke level 6,95 persen.
Namun, pasar obligasi domestik masih mencatatkan outflow asing sebesar Rp458 miliar sepanjang pekan lalu.
Baca juga: FTSE Russell Depak 29 Saham RI, Ini Daftarnya
Sementara itu, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun (US10Y) bergerak naik dari 4,68 persen menjadi 4,73 persen pada pekan sebelumnya.
Dari pasar saham, IHSG ditutup menguat 1,9 persen ke level 6.526. Penguatan tersebut diikuti arus dana asing yang masuk atau inflow sebesar Rp1,25 triliun.
Sebaliknya, bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak terkoreksi. Nasdaq melemah 2,5 persen, S&P 500 turun 1,9 persen, sedangkan Dow Jones terkoreksi 1,8 persen.
Penguatan IHSG turut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar meningkat 1,83 persen menjadi Rp11.449 triliun dari sebelumnya Rp11.243 triliun.
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BYAN, BBRI, hingga BBCA
5 Saham Top Leader
Dengan penguatan IHSG tersebut, BEI juga telah merangkum lima saham yang menjadi top leadersatau saham yang mendorong penguatan IHSG di pekan ini, antara lain:
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN) memberikan 19,56 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 8,33 persen
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 16,05 poin ke IHSG, dengan kenaikan harga saham 3,53 persen
- PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) memberikan 11,16 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 12,1 persen
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang kenaikan IHSG 8,85 poin, dengan harga saham yang menguat 4,92 persen
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memberikan 8,82 poin ke IHSG, dengan peningkatan harga saham 1,57 persen. (*)
Editor: Galih Pratama


