Poin Penting
- Indeks Keyakinan Konsumen April 2026 naik ke level optimistis 123,0.
- Optimisme ditopang persepsi ekonomi saat ini dan ekspektasi enam bulan ke depan.
- Proporsi tabungan masyarakat meningkat, sementara porsi cicilan menurun.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan Survei Konsumen pada April 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2026 yang berada di level optimistis sebesar 123,0, naik tipis dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 122,9.
Optimisme konsumen tersebut ditopang kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi kondisi ekonomi ke depan. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 116,5, sedangkan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) berada di level 129,6.
Secara rinci, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini meningkat, tecermin dari IKE April 2026 sebesar 116,5 yang berada di level optimistis, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,4.
Peningkatan tersebut ditopang kenaikan indeks ketersediaan lapangan kerja (IKLK) dan indeks pembelian barang tahan lama atau durable goods (IPDG) yang masing-masing mencapai 108,8 dan 112,6.
Sementara itu, indeks penghasilan saat ini (IPSI) tetap berada pada level optimistis sebesar 128,1, meski sedikit lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 129,2.
Baca juga: Survei BI: Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 Naik Jadi 127,0
BI juga mencatat persepsi terhadap ketersediaan lapangan kerja meningkat pada responden berpendidikan sarjana dengan indeks mencapai 118,5. Adapun kelompok pendidikan lainnya mengalami penurunan indeks.
Ekspektasi Konsumen Tetap Kuat
Kemudian, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan mendatang diperkirakan tetap kuat. Hal ini tecermin dari IEK April 2026 sebesar 129,6, meski sedikit turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 130,4.
Tetap kuatnya lEK didorong optimisme terhadap ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 136,9, 127,7, dan 124,1.
Baca juga: BI: Keyakinan Konsumen terhadap Ekonomi Turun ke Level 122,9 di Maret 2026
Porsi Tabungan Meningkat
Pada April 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,1 persen, relatif stabil dibandingkan pada bulan sebelumnya sebesar 72,2 persen.
Sementara itu, proporsi pembayaran cicilan atau utang (debt installment to income ratio) sebesar 9,7 persen, lebih rendah dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya sebesar 10,2 persen.
Lebih lanjut, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) sebesar 18,2 persen, lebih tinggi dibandingkan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 17,6 persen.
Baca juga: LPS: Tabungan di Bawah Rp100 Juta Tetap Tumbuh, Tak Terpengaruh Gejolak Global
BI juga mencatat proporsi konsumsi terhadap pendapatan menurun pada kelompok pengeluaran Rp1 juta-Rp2 juta (74,6 persen), Rp3,1 juta-Rp4 juta (70,0 persen), dan di atas Rp5 juta (69,9 persen), sedangkan kelompok pengeluaran lainnya terindikasi meningkat.
Adapun porsi pendapatan untuk pembayaran cicilan mengalami penurunan pada kelompok pengeluaran Rp2,1 juta-Rp3 juta (9,3 persen), Rp4,1 juta-Rp5 juta (10,3 persen), dan di atas Rp5 juta (10,9 persen). (*)
Editor: Yulian Saputra


