Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,43 persen ke level Rp17.498 per dolar AS.
- Sentimen geopolitik AS-Iran dan tingginya harga minyak menekan rupiah.
- Pengumuman MSCI diperkirakan belum memberi sentimen positif bagi pasar.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini, Selasa (12/5/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.498 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,43 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.414 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meredupnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran. Ketidakpastian geopolitik tersebut turut mendorong harga minyak mentah dunia tetap tinggi.
“Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,” kata Lukman, Selasa, 12 Mei 2026.
Baca juga: Bank Mandiri Proyeksikan Rupiah Tembus Rp17.135 per Dolar AS di Akhir 2026
Selain faktor geopolitik, pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang dijadwalkan hari ini diperkirakan belum mampu menjadi sentiment positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kondisi ini juga dinilai dapat memberi tekanan tambahan terhadap rupiah.
“Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah,” imbuhnya.
Di sisi lain, pelaku pasar masih cenderung wait and see menantikan rilis data penjualan ritel Indonesia yang akan diumumkan siang ini.
Baca juga: MSCI Umumkan Hasil Rebalancing Besok, Begini Kata Bos OJK
Proyeksi Pergerakan Rupiah
Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Yulian Saputra


