Keuangan

Surat Utang Naik 48 Persen di Semester I 2025, Nilainya Capai Rp90,90 Triliun

Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merilis laporan terbaru soal penerbitan surat utang korporasi nasional periode semester I 2025.

Dalam paparannya, Direktur Utama Pefindo, Irmawati Amran mengungkapkan aksi penerbitan surat utang korporasi nasional selama semester I 2025, mengalami peningkatan signifikan ketimbang periode yang sama di tahun lalu.

“Aksi penerbitan surat utang korporasi di Indonesia selama semester I tahun 2025 jauh lebih aktif dibandingkan tahun 2024,” sebut Irmawati dalam acara media forum Pefindo yang dilakukan secara virtual, Selasa, 8 Juli 2025.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, aksi penerbitan obligasi atau surat utang di Juni 2025 telah mencapai Rp30,95 triliun, yang adalah rekor dalam aksi penerbitan obligasi selama satu bulan. Sementara itu, di bulan Maret 2025, nilai penerbitan surat utang korporasi di Indonesia turut mencapai nilai yang tinggi, yakni sebesar Rp25,14 triliun.

Sedangkan secara total selama semester I 2025, nilai surat utang korporasi yang diterbitkan mencapai Rp90,90 triliun atau meningkat 48,31 persen secara tahunan ketimbang semester I 2024 yang sebesar Rp61,29 triliun.

“Jadi, semester I tahun ini aktivitas perdagangan atau aktivitas penerbitan surat utang sangat baik kalau kita bandingkan dengan tahun lalu,” bebernya.

Baca juga: BI Sudah Borong SBN Rp124,33 Triliun hingga 17 Juni 2025

Beberapa sektor tercatat mendominasi penerbitan surat utang korporasi di Indonesia selama semester I 2025. Pertama, dengan aksi penerbitan obligasi terbanyak dari sektor industri pulp dan kertas dengan nilai total Rp20 triliun.

Diikuti sektor multifinance dengan nilai total sebesar Rp17,83 triliun, perbankan sebesar Rp15,50 triliun dengan rincian BUMN sebesar Rp15 triliun dan non-BUMN sebesar Rp500 miliar.

Lalu, di posisi berikutnya ada sektor pertambangan yang merilis surat utang senilai Rp11,85 triliun, serta pembiayaan non-multifinance yang merilis nilai total surat utang sebesar Rp8,32 triliun.

Dari sisi penerbitan dan outstanding surat utang korporasi, Irmawati menerangkan bahwa total surat utang korporasi yang masih outstanding ialah sebesar Rp550 triliun hingga semester I 2025.

“Dengan penambahan surat utang baru di semester I 2025 sebesar Rp90,90 triliun, kalau dihitung ini jatuh temponya di semester I sebesar Rp62,1 triliun. Maka, bila dilihat pertumbuhan surat utang korporasi terlihat flat ya,” tutur Irma.

Irma pun menyatakan, pertumbuhan surat utang korporasi nasional yang masih flat tersebut menunjukkan masih adanya ruang yang cukup besar bagi surat utang korporasi di Indonesia untuk terus bertumbuh.

Baca juga: Total Utang Pemerintah Tembus Rp10.269 Triliun di Akhir 2024

“Karena kita lihat masih banyak ya dana kelolaan investor-investor institusi, yang mana penempatan mereka di corporate bond ini masih kecil, sehingga pertumbuhan tak terlalu besar,” sebut Irma.

Hal serupa juga terjadi pada jumlah emiten atau perusahaan penerbitan dan outstanding surat utang korporasi. Di mana, jumlah emiten yang menerbitkan surat utang yang outstanding mengalami tren penurunan dari 282 emiten pada 2020 menjadi 249 emiten pada semester I 2025.

“Sedangkan untuk penerbitan surat utang baru di semester I 2025 kita lihat ada 58 perusahaan. Jadi, ini kita lihat masih banyak ruang bagi pertumbuhan dari industri surat utang korporasi di Indonesia,” pungkasnya. (*) Steven Widjaja

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

BTN Beberkan Tiga Pilar Transformasi Layanan, Apa Saja?

Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More

53 mins ago

Jangan Sampai Boncos, Perencana Keuangan Ungkap 3 Prinsip Utama Kelola THR

Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More

5 hours ago

Industri Asuransi Jiwa Sudah Bayar Klaim Korban Bencana Sumatra Rp2,6 Miliar

Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More

9 hours ago

Investasi Asuransi Jiwa Tembus Rp590,54 Triliun, Mayoritas Parkir di SBN

Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More

10 hours ago

Rosan Dapat Pesan Khusus Prabowo soal Pengembangan Ekonomi Syariah

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto menekankan ekonomi syariah harus dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. Rosan… Read More

10 hours ago

Klaim Asuransi Kesehatan Naik 9,1 Persen Jadi Rp26,74 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Klaim asuransi kesehatan naik 9,1 persen pada 2025, mencapai Rp26,74 triliun, mencerminkan meningkatnya… Read More

10 hours ago