Poin Penting
- Summarecon membagikan dividen Rp82,54 miliar dari laba tahun buku 2025 setelah mencatat marketing sales Rp5,53 triliun, naik 27 persen
- Sepanjang 2025, Summarecon membukukan pendapatan Rp8,77 triliun dan laba bersih Rp1,20 triliun
- Kinerja perseroan didorong tingginya permintaan hunian menengah-menengah atas serta kontribusi positif bisnis properti, investasi properti, dan perhotelan.
Jakarta – Emiten properti, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) membagikan dividen tunai sebesar Rp82,54 miliar untuk tahun buku 2025 atau setara Rp5 persen kepada pemegang saham. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), pada Kamis (11/6).
Pembagian dividen tunai dilakukan usai Summarecon mencatat kinerja operasional yang impresif sepanjang tahun buku 2025.
Hal ini ditandai dengan raihan marketing sales sebesar Rp5,53 triliun, tumbuh 27 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun.
Adapun kinerja solid tersebut disokong oleh pengembangan sembilan kawasan kota terpadu yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, Crown Gading, dan Tangerang.
President Director Summarecon, Adrianto P. Adhi, mengatakan, tingginya permintaan terhadap produk hunian baru, utamanya pada segmen menengah dan menengah atas, menjadi salah satu faktor kunci yang mengerek pencapaian penjualan perseroan.
Baca juga: Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, Setara 70 Persen Laba 2025
“Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih berlangsung, kami bersyukur pasar hunian menengah dan menengah atas tetap menunjukkan resiliensi yang baik atas permintaan terhadap produk-produk Summarecon yang mengedepankan inovasi, kualitas pembangunan yang tinggi, konsep pengembangan kawasan yang terintegrasi, serta memiliki nilai investasi jangka panjang,” bebernya.
Laba Bersih Tembus Rp1,2 Triliun
Selain mencatatkan pertumbuhan marketing sales, sepanjang tahun buku 2025, Summarecon juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp8,77 triliun, sementara itu laba bersih tercatat mencapai Rp1,20 triliun.
Unit Pengembangan Properti (Property Development) yang meliputi penjualan hunian, komersial, dan apartemen membukukan pendapatan sebesar Rp5,51 triliun dan masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan Summarecon sebesar 63 persen.
Sementara itu, segmen Investasi Properti dan Manajemen (Investment Property) menunjukkan pertumbuhan positif dengan pendapatan mencapai Rp2,28 triliun pada tahun 2025, tumbuh 6 persen terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan sewa pusat perbelanjaan yang bertambah sebesar Rp113,85 miliar.
Unit ini secara keseluruhan menyumbang 26 persen dari total keseluruhan pendapatan. Adapun untuk segmen Bisnis Lain-lain (Other Business) juga mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp981,12 miliar, meningkat 1 persen dibandingkan Rp967,31 miliar pada 2024.
Baca juga: RUPST DSSA Absen Tebar Dividen dan Angkat Wakil Presdir Baru
Peningkatan ini terutama berasal dari kontribusi bisnis perhotelan yang terus menunjukkan kinerja positif. Unit ini menyumbangkan 11 persen dari total pendapatan Summarecon.
RUPST Ubah Pengurus
Dalam RUPST, Summarecon juga mengumumkan jajaran dewan komisaris dan direksi baru. Berikut susunannya:
Dewan Komisaris
- Soetjipto Nagaria : Komisaris Utama
- Harto Djojo Nagaria : Komisaris
- Liliawati Rahardjo : Komisaris
- Hendri Rahardja : Komisaris
- Edi Darnadi : Komisaris Independen
- Kris Erlangga Adji Widjaya : Komisaris Independen
Direksi
- Adrianto Pitojo Adi : Direktur Utama
- Soegianto Nagaria : Direktur
- Herman Nagaria : Direktur
- Sharif Benyamin : Direktur
- Lydia Tjio : Direktur
- Nanik Widjaja : Direktur
- Jason Lim : Direktur
Editor: Galih Pratama


