Poin Penting
- Subsidi BBM tertentu dalam RAPBN 2027 naik 8,71 persen menjadi Rp28,7 triliun.
- Subsidi LPG 3 kg meningkat menjadi Rp114,1 triliun dan subsidi listrik Rp130,1 triliun.
- Total subsidi energi 2027 mencapai Rp272,95 triliun.
Jakarta – Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp28,7 triliun.
Berdasarkan dokumen Nota Keuangan beserta RAPBN 2027, anggaran tersebut meningkat 8,71 persen dibandingkan dengan outlook 2026 sebesar Rp26,4 triliun.
Kenaikan anggaran juga terjadi pada subsidi LPG tabung 3 kilogram (kg) dan subsidi listrik.
Baca juga: Subsidi Energi 2027 Tembus Rp272,95 Triliun, Naik 20,1 Persen
Pemerintah mengalokasikan subsidi LPG tabung 3 kg sebesar Rp114,1 triliun pada 2027. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan outlook 2026 sebesar Rp90,4 triliun.
Sementara itu, subsidi listrik pada 2027 direncanakan mencapai Rp130,1 triliun, naik dari proyeksi 2026 sebesar Rp110,4 triliun.
Secara keseluruhan, anggaran subsidi energi pada tahun 2027 mencapai Rp272,95 triliun. angka itu meningkat dibandingkan dengan outlook 2026 yang sebesar Rp26,4 triliun atau sekitar 8,71 persen.
Subsidi BBM dan LPG Diarahkan Tepat Sasaran
Perhitungan anggaran subsidi BBM tertentu dan LPG tabung 3 kg dalam RAPBN 2027 menggunakan sejumlah asumsi dan parameter. Di antaranya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, harga minyak mentah Indonesia (ICP), subsidi tetap minyak solar sebesar Rp1.000 per liter, serta volume konsumsi BBM dan LPG.
Pemerintah memperkirakan volume BBM tertentu jenis minyak solar mencapai 19.558,5 ribu kiloliter dan minyak tanah 539,0 ribu kiloliter. Sementara itu, volume LPG tabung 3 kg diperkirakan mencapai 8.945,0 juta kg.
Baca juga: Daftar Harga BBM Pekan Pertama Agustus: Pertamax Turun, Diesel Naik
Kebijakan subsidi BBM tertentu dan LPG 3 kg pada 2027 diarahkan untuk melanjutkan subsidi tetap BBM solar dan subsidi selisih harga minyak tanah.
Pemerintah juga melanjutkan kebijakan subsidi BBM tepat sasaran serta transformasi subsidi LPG 3 kg agar berbasis penerima manfaat dan terintegrasi dengan data penerima manfaat yang akurat. (*)
Editor: Yulian Saputra


