Keuangan

Wamenkeu Suahasil Dorong Peran Aktif Sektor Keuangan dalam Kegiatan Ekonomi Masa Depan

Poin Penting

  • Wamenkeu Suahasil Nazara menekankan sektor keuangan harus menjadi pemain utama dalam kegiatan ekonomi masa depan.
  • Fokus kegiatan ekonomi, yaitu ekonomi hijau, ekonomi digital/AI, dan hilirisasi industri.
  • Peran sektor keuangan penting untuk menyediakan pembiayaan yang inovatif, efisien, stabil, dan inklusif.

Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan tiga arah kegiatan ekonomi masa depan yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari sektor keuangan. Menurutnya, sektor keuangan harus menjadi pemain utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Suahasil menjelaskan, sektor pertama yang akan menjadi fokus utama adalah ekonomi hijau (green economy). Ia menilai, ruang pengembangan di sektor ini masih terbuka luas dan dapat menjadi landasan penting bagi pertumbuhan sektor keuangan.

Green economy akan menjadi fundamental untuk pengembangan sektor keuangan, termasuk untuk sektor keuangannya,” kata Suahasil saat memberikan keynote speech pada acara The Finance Executive Forum di ajang Top 20 Financial Institutions Award & Best CFO 2025 yang digelar Infobank Media Group, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.

Selain ekonomi hijau, Suahasil menyoroti ekonomi digital sebagai sektor potensial berikutnya. Ia menyebut, pemanfaatan teknologi dan artificial intelligence (AI) akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.

Baca juga: CFO Jadi Nakhoda di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

Fokus ketiga adalah hilirisasi industri. Indonesia, kata Suahasil, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan perlu diolah agar menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan menjual bahan mentah.

“Dari awal mendirikan negara ini kita sudah sadar, para founding fathers kita itu sudah sadar bahwa negara kita ini kaya dengan sumber daya alam. Tugas kita adalah makin ke depan, makin memastikan bahwa hilirisasinya bisa terjadi. Apa itu? Mengolah sumber daya alam itu lebih lanjut yang memerlukan kalian (sektor keuangan), memerlukan produktivitas, dan memerlukan modal,” ungkapnya.

Baca juga: Disinformasi dan Serangan Siber Jadi Ancaman Baru Dunia Keuangan

Lebih lanjut, Suahasil menegaskan bahwa peran sektor keuangan sangat vital dalam menyediakan pembiayaan bagi tiga sektor tersebut.

Wamenkeu menekankan bahwa sistem keuangan nasional perlu diarahkan agar menjadi dalam, inovatif, efisien, stabil, dan inklusif.

“Ini yang harus kita upayakan dan untuk permodalan salah satu peranan utama harusnya dimainkan oleh sektor keuangan kita,” imbuhnya.

Baca juga: Bahlil Sebut Tukin ASN ESDM Naik 100 Persen, Purbaya: Saya Belum Tahu

Dalam forum bertajuk “Arah Kebijakan Fiskal: Akselerasi Sektor Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi” ini, Wamenkeu Suahasil juga menekankan pentingnya menjaga kestabilan sektor keuangan secara berkelanjutan.

“Sektor keuangan adalah sektor yang sangat khusus di perekonomian, dan stabilitasnya menjadi sangat-sangat penting untuk dijaga dari waktu ke waktu,” tambah Suahasil. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

6 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

7 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

8 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

8 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

9 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

10 hours ago