Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam acara The Finance Executive Forum di ajang Top 20 Financial Institutions Award & Best CFO 2025 yang digelar Infobank Media Group di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025. (Foto: M. Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan tiga arah kegiatan ekonomi masa depan yang perlu mendapatkan dukungan penuh dari sektor keuangan. Menurutnya, sektor keuangan harus menjadi pemain utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Suahasil menjelaskan, sektor pertama yang akan menjadi fokus utama adalah ekonomi hijau (green economy). Ia menilai, ruang pengembangan di sektor ini masih terbuka luas dan dapat menjadi landasan penting bagi pertumbuhan sektor keuangan.
“Green economy akan menjadi fundamental untuk pengembangan sektor keuangan, termasuk untuk sektor keuangannya,” kata Suahasil saat memberikan keynote speech pada acara The Finance Executive Forum di ajang Top 20 Financial Institutions Award & Best CFO 2025 yang digelar Infobank Media Group, di Bali Room, Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa, 28 Oktober 2025.
Selain ekonomi hijau, Suahasil menyoroti ekonomi digital sebagai sektor potensial berikutnya. Ia menyebut, pemanfaatan teknologi dan artificial intelligence (AI) akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.
Baca juga: CFO Jadi Nakhoda di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Fokus ketiga adalah hilirisasi industri. Indonesia, kata Suahasil, memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan perlu diolah agar menghasilkan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan menjual bahan mentah.
“Dari awal mendirikan negara ini kita sudah sadar, para founding fathers kita itu sudah sadar bahwa negara kita ini kaya dengan sumber daya alam. Tugas kita adalah makin ke depan, makin memastikan bahwa hilirisasinya bisa terjadi. Apa itu? Mengolah sumber daya alam itu lebih lanjut yang memerlukan kalian (sektor keuangan), memerlukan produktivitas, dan memerlukan modal,” ungkapnya.
Baca juga: Disinformasi dan Serangan Siber Jadi Ancaman Baru Dunia Keuangan
Lebih lanjut, Suahasil menegaskan bahwa peran sektor keuangan sangat vital dalam menyediakan pembiayaan bagi tiga sektor tersebut.
Wamenkeu menekankan bahwa sistem keuangan nasional perlu diarahkan agar menjadi dalam, inovatif, efisien, stabil, dan inklusif.
“Ini yang harus kita upayakan dan untuk permodalan salah satu peranan utama harusnya dimainkan oleh sektor keuangan kita,” imbuhnya.
Baca juga: Bahlil Sebut Tukin ASN ESDM Naik 100 Persen, Purbaya: Saya Belum Tahu
Dalam forum bertajuk “Arah Kebijakan Fiskal: Akselerasi Sektor Keuangan dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi” ini, Wamenkeu Suahasil juga menekankan pentingnya menjaga kestabilan sektor keuangan secara berkelanjutan.
“Sektor keuangan adalah sektor yang sangat khusus di perekonomian, dan stabilitasnya menjadi sangat-sangat penting untuk dijaga dari waktu ke waktu,” tambah Suahasil. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More