Strategi Danantara Genjot Kinerja Garuda Indonesia di 2026

Strategi Danantara Genjot Kinerja Garuda Indonesia di 2026

Poin Penting

  • Danantara menjadikan 2025 sebagai fase penguatan fundamental Garuda Indonesia, dan 2026 sebagai tahap optimalisasi kinerja
  • Transformasi difokuskan pada kesiapan armada, penguatan permodalan, dan penataan operasional secara prudent
  • Langkah penguatan neraca diarahkan untuk mendukung kinerja yang lebih stabil, profitable, dan berkelanjutan.

Jakarta — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia mengungkapkan strategi penguatan terhadap PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas menyatakan, perkembangan transformasi yang tengah dijalankan Garuda Indonesia adalah bagian dari proses konsolidasi jangka menengah.

“Tahun 2025 adalah periode penguatan fundamental Garuda Indonesia, dan 2026 ini sebagai landasan optimalisasi. Pada tahun 2025 itu kami memiliki fokus utama bagaimana memastikan kesiapan operasional dan struktur keuangan yang lebih sehat sebagai prasyarat pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Rohan, dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Sebagai pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia, Rohan menyebut tahun 2025 sebagai tahun penting dalam memastikan keberlanjutan transformasi.

Prioritas diarahkan pada peningkatan kesiapan armada secara bertahap, penguatan struktur permodalan, serta penataan jaringan dan kapasitas berbasis prinsip kehati-hatian.

Baca juga: Prabowo Targetkan RoA Danantara 7 Persen,  Begini Respons Bos Himbara

“Langkah-langkah tersebut dilakukan secara disiplin dan terukur, dengan memastikan seluruh proses berjalan sesuai tata kelola perusahaan yang baik serta prinsip komersial yang sehat,” sebutnya.

Lebih jauh, Rohan mengatakan bahwa sepanjang 2025, Garuda Indonesia Group sudah berada dalam fase peningkatan kesiapan teknis armada. Program perawatan dan reaktivasi dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan operasional.

“Pendekatan ini menempatkan kualitas dan keberlanjutan sebagai prioritas, bukan ekspansi agresif dalam jangka pendek,” imbuh Rohan.

Penguatan Struktur Keuangan

Sementara itu, sebagai bagian dari tanggung jawab pemegang saham, Rohan mengatakan bahwa Danantara Indonesia telah melakukan penguatan struktur permodalan melalui skema korporasi yang telah diumumkan sebelumnya.

Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat struktur neraca, meningkatkan fleksibilitas keuangan, serta memberikan ruang stabilisasi operasional.

Ia menegaskan jika seluruh langkah ditempuh dalam kerangka tata kelola yang prudent dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan fondasi yang semakin stabil, pengelolaan Garuda Indonesia diarahkan sebagai fase optimalisasi kapasitas dan peningkatan kinerja secara terukur di tahun ini.

Baca juga: Garuda Indonesia (GIAA) Kaji Ulang Penggunaan Dana dari Danantara

Fokusnya, kata Rohan, bukan semata pada pertumbuhan volume, melainkan pada pencapaian pertumbuhan yang sehat, profitable, dan berkelanjutan.

“Sebagai pemegang saham, Danantara Indonesia berkomitmen memastikan transformasi Garuda Indonesia dilaksanakan secara disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi industri penerbangan nasional dan perekonomian Indonesia,” tukasnya. (*) Steven Widjaja

Related Posts

News Update

Netizen +62