KREDIT Tanpa Agunan atau yang biasa dikenal dengan KTA saat ini seperti primadona yang semakin banyak diminati lantaran persyaratannya yang mudah, prosesnya yang cepat dan dana yang dicairkan cukup besar. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar bisa memeroleh pinjaman bank ini.
Selain kartu kredit sebagai salah satu syarat utama beberapa bank konvensional, salah satu syarat terpenting adalah status kepegawaian atau besaran pendapatan yang didapat selama satu bulan. Memang sejatinya status kepegawaian tidak termasuk syarat yang tercantum secara eksplisit, melainkan sering kali menjadi acuan bank untuk memberikan pinjaman. Apalagi bila Anda mengajukan pinjaman KTA melalui situs cermati.com yang merupakan salah satu situs penyedia layanan produk keuangan yang terkenal di Indonesia.
Sebagai pegawai Anda dianggap memiliki penghasilan rutin tanpa memiliki risiko yang terlalu berarti, (kecuali Anda terkena Pemutusan Hubungan Karyawan) tidak seperti pengusaha yang justru lebih dipersulit lantaran tingkat pendapatan yang belum pasti, apalagi bagi nasabah yang baru merintis usaha dan penghasilan perbulannya belum pasti. Bank tentu saja tak mau mengambil resiko kredit macet, apa lagi memberikan pinjaman pada seorang pengangguran?
Pada artikel kali ini, Kita akan sedikit banyak mengulas pentingnya status kepegawaian dan besaran pendapatan dalam persyaratan pengajuan kredit tanpa agunan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
BSN bersinergi dengan Forum Wartawan BSN menggelar kegiatan sosial bertajuk “Ramadan Berkah, Sinergi BSN dan… Read More
Program CSR mudik bersama ini diikuti oleh sekitar 400 peserta sebagai bentuk dukungan pemerintah dan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk tengah mengakselerasi transformasi besar-besaran di lini operasionalnya… Read More
Poin Penting PT Bank Aladin Syariah Tbk bekerja sama dengan financial planner Ayu Sara Herlia… Read More
Poin Penting Industri asuransi jiwa telah menyalurkan klaim sekitar Rp2,6 miliar kepada korban bencana di… Read More
Poin Penting AAJI mencatat industri asuransi jiwa mencatat total investasi Rp590,54 triliun pada 2025, naik… Read More