Poin Penting
- SRC membuka kerja sama dengan perbankan untuk memperluas akses pembiayaan bagi toko kelontong
- Kolaborasi pemerintah–swasta–bank dinilai penting untuk memperkuat dan menaikkan kelas usaha ritel tradisional
- Selain modal, SRC mendorong inovasi dan pendampingan yang terbukti membantu banyak toko mengembangkan usaha.
Jakarta – PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) membuka peluang kerja sama permodalan dengan industri perbankan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha toko kelontong yang tergabung dalam ekosistem SRC.
Direktur PT SRCIS, Sutanto, mengungkapkan kolaborasi antara pemerintah, swasta, serta lembaga keuangan menjadi faktor kunci toko kelontong naik kelas di tengah ketidakpastian ekonomi dan penurunan daya beli masyarakat.
“Jadi mengenai butuh modal, tentunya kita membuka kerja sama dengan pihak perbankan supaya bisa bersosialisasi langsung membantu tidak hanya KUR tapi juga kredit yang lain,” ujar Romulus, di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurutnya, dukungan pembiayaan dengan bunga rendah akan sangat membantu pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan bisnis mereka ke depan.
Selama ini, SRC sendiri telah mengembangkan pembinaan berbasis komunitas atau paguyuban dalam memperkuat kapasitas usaha para pemilik toko kelontong.
Baca juga: Bank Raya Dorong Pertumbuhan Mitra SRC Lewat Pinjaman Produktif
Ia menilai, sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan sektor perbankan bisa membuka akses modal yang lebih luas sekaligus meningkatkan ketahanan usaha ritel tradisional.
Inovasi Jadi Kunci
Selain akses pembiayaan, Romulus menekankan akan pentingnya inovasi bagi pemilik toko kelontong agar tetap mampu menjaga trafik konsumen serta mempertahankan penjualan.
“Toko kelontong bersama-sama dengan komunitasnya coba berinovasi produk-produk mana yang relevan saat ini, sering juga bikin bandel-bandel paket atau apapun itu sehingga bisa menarik konsumen dan juga trafiknya bisa jauh lebih meningkat,” bebernya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI, Iqbal Shoffan Shofwan, mengatakan sektor ritel memiliki kontribusi penting terhadap konsumsi rumah tangga, baik ritel modern ataupun tradisional.
Baca juga: Sah! Gojek Pangkas Komisi jadi 8 Persen, Program GoRide Hemat Dihentikan
Diakuinya, dalam 18 tahun terakhir, SRC berperan dalam meningkatkan kapasitas usaha toko kelontong melalui berbagai program pendampingan.
“Apa yang dilakukan SRC tidak hanya mengakselerasi tapi juga scale up usahanya,” jelasnya.
Ia merinci, pendampingan mencakup penataan toko, pengelolaan keuangan, penyusunan laporan keuangan, hingga fasilitasi distribusi barang dari prinsipal dan distributor ke toko kelontong.
Dengan dukungan tersebut, toko kelontong pun dinilai memperoleh harga produk yang lebih kompetitif sehingga meningkatkan margin usaha.
Ia menyebut, lebih dari 40 persen toko kelontong binaan SRC sukses mengembangkan lini usaha baru, seperti warung makan, penjualan token listrik, hingga pulsa.
“Dari data tersebut, scale up yang dilakukan oleh SRC bisa kita kategorikan sebagai scale up yang sangat efisien dan efektif,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


