Spirit Transformasi Jamkrindo Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Spirit Transformasi Jamkrindo Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan

Spirit Transformasi Jamkrindo Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Transformasi sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari PT Jaminan Kredit Indonesia (PT Jamkrindo). Didirikan sebagai Lembaga Jaminan Kredit Koperasi (LJKK) pada 1970, perusahaan penjaminan kredit ini telah melewati berbagai fase perjalanan dan berhasil menjawab setiap tantangan untuk tetap berdiri tegak, mendorong roda perekonomian melalui perannya dalam menjembatani akses permodalan produktif bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan Koperasi.

Pada 1 Juli ini Jamkrindo genap berusia 52 tahun. Di usia yang semakin dewasa, Jamkrindo bertransformasi menjadi lokomotif industri penjaminan di negeri ini. Dalam tujuh tahun terakhir, aset Jamkrindo tumbuh 138,37% dari Rp11,64 triliun di 2015 menjadi Rp27,75 triliun pada 2021 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan 20%. Perusahaan yang menjadi bagian dari Indonesia Financial Group (IFG) atau Holding BUMN Asuransi dan Penjaminan ini menguasai 85,51% aset perusahaan penjaminan nasional yang terdiri dari 1 perusahaan penjaminan BUMN, 18 perusahaan penjaminan daerah dan 1 perusahaan penjaminan swasta.

Ketika pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) memberikan dampak negatif terhadap perekonomian global, sehingga meluluh lantahkan industri keuangan, Jamkrindo tetap mampu bertahan. Bahkan, mencatatkan kinerja yang luar biasa.

Dipimpin Putrama Wahju Setyawan, yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak Oktober 2020, Jamkrindo menjadikan krisis sebagai momentum menguatkan perusahaan dengan membangun bisnis dan manajemen risiko yang mumpuni. Alhasil, Sepanjang 2021, Jamkrindo membukukan pendapatan penjaminan Rp5,33 triliun atau tumbuh 67% secara tahunan. Sedangkan laba tahun berjalan tumbuh 55,6% atau mencapai Rp709,9 miliar.

“Dalam kondisi pandemi, pengelolaan risiko yang terukur, merupakan salah satu syarat mutlak untuk bisa bertahan menavigasi keberlanjutan di masa depan. Maka itu penguatan three line of defense dan penerapan four eyes principles dalam pengelolaan risiko penjaminan yang lebih terukur dan prudent menjadi agenda penting perusahaan dalam transformasi manajemen risiko,”ungkapnya kepada Infobank, Sabtu 18 Juni 2022.

Kondisi perusahaan yang sehat membuat Jamkrindo mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas ekonomi di masa pandemi. Sepanjang 2021, Jamkrindo bersama anak usahanya PT Jamkrindo Syariah (JamSyar) telah memberikan penjaminan kepada 11,15 juta UMKM dengan total volume penjaminan mencapai Rp247,61 triliun.

Sampai dengan triwulan I 2022, PT Jamkrindo telah merealisasikan penjaminan kredit usaha rakyat (KUR) Rp51,44 triliun, naik 72% dari tahun sebelumnya Rp29,88 triliun. Adapun jumlah UMKM yang dijamin sebanyak 1,2 juta UMKM. “Untuk program-program dari pihak-pihak yang membantu itu sangat mendukung terutama programnya Jamkrindo. Dampaknya terhadap perkembangan usaha signifikan sekali,” ungkap salah satu pelaku usaha UMKM binaan Jamkrindo di pasar murah dan bazar UMKM BUMN Bantul Yogyakarta, Sabtu 11 Juni 2022.

Saat ini, ekonomi mulai berangsur-angsur pulih, namun Jamkrindo tidak berhenti berinovasi. Di usia yang semakin dewasa, jiwa muda Jamkrindo terus berkobar dalam transformasi demi mewujudkan cita-cita sebagai 1st Preferred Company in SME’s Financial Accessibility.

Menurut Putrama, setidaknya ada tiga hal yang menjadi fokus utama transformasi untuk menggapai cita-cita perusaan, yaitu tata kelola perusahaan, pengembangan sumber daya manusia serta penguatan teknologi informasi.

“Transformasi bisnis dilakukan secara menyeluruh untuk menjawab perubahan, peluang, dan tantangan di masa depan, sebagai landasan utama dalam mendukung kinerja berkelanjutan dan mewujud perusahaan yang terdepan dalam pertumbuhan pendapatan, efisiensi biaya, layanan prima, dengan pengelolaan yang akuntabel, dan prudent,” ungkapnya.

Putrama merinci, transformasi tata kelola perusahaan meliputi penerapan manajemen risiko, tata kelola organisasi yang terintegrasi dan telah tersertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) SNI 37001 : 2016 (Anti Bribery Management System) yang diperoleh perusahaan pada tahun 2020.

Kemudian dalam transformasi sumber daya manusia, strategi pengembangan talenta difokuskan pada knowledge dan skill dan leadership management. Pengembangan learning design berbasis kompetensi kunci juga dilakukan agar SDM yang dihasilkan sesuai dengan kriteria kebutuhan kondisi saat ini dan masa mendatang.

Selanjutnya digitalisasi di perusahaan juga telah berjalan dengan menyelenggarakan layanan penjaminan secara online, baik berbasis layanan host to host maupun berbasis web/aplikasi, di antaranya Jamkrindo Online Suretyship (JOS). Melalui aplikasi JOS, principal yang membutuhkan penjaminan proyek tidak harus datang langsung ke kantor Jamkrindo, melainkan cukup mendaftarkan diri melalui website suretyship.jamkrindo.co.id.

Selain itu, Jamkrindo juga memiliki platform digital yang mempertemukan antara lembaga keuangan dengan pelaku UMKM, yaitu UMKM Layak. Melalui marketplace guarantee ini, para pelaku UMKM dapat lebih mudah mengakses permodalan dan juga mendapat berbagai pelatihan untuk pengembangan usaha. Per 20 Juni 2022, tercatat 25.581 UMKM yang terdaftar dan 248 UMKM terverifikasi di website www.umkmlayak.co.id.

Putrama berharap, di usia yang ke-52 tahun, Jamkrindo senantiasa dapat menjalankan fungsi strategisnya dalam menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional. “Dengan semangat transformasi dan kolaborasi yang dijalin dengan segenap stakeholder dan regulator, harapannya, peningkatan performansi perusahaan akan berdampak luas pada tumbuhnya perekonomian bangsa yang ditopang oleh UMKM,” pungkasnya. (*) Dicky F Maulana

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]