Poin Penting
- Spanyol juara Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 di final.
- La Roja mencetak rekor baru dengan 38 pertandingan beruntun tanpa kekalahan.
- Ferran Torres menjadi pahlawan lewat gol kemenangan pada menit ke-106.
Jakarta – Spanyol menutup Piala Dunia 2026 dengan sejarah baru. La Roja mengalahkan Argentina 1-0 di partai final sekaligus mencatat rekor tak terkalahkan terpanjang dalam sepak bola internasional putra.
Kemenangan di Stadion MetLife, New Jersey, mengakhiri penantian 16 tahun Spanyol menjadi juara dunia. Gelar itu menjadi trofi Piala Dunia kedua setelah sukses pada edisi 2010.
Sepanjang periode 2024 hingga turnamen 2026, tim asuhan Luis de la Fuente mencatat 38 laga tanpa kekalahan. Rinciannya, 29 kemenangan dan 9 hasil imbang.
Baca juga: FIFA Siapkan Hadiah Fantastis, Segini Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
Rekor Tak Terkalahkan Piala Dunia Jadi Milik Spanyol
Rekor Piala Dunia itu lahir berkat performa konsisten La Roja. Mereka tetap mengandalkan penguasaan bola, umpan pendek, dan tekanan tinggi.
Spanyol melewati sembilan pertandingan sepanjang turnamen tanpa sekalipun kalah. Hanya laga pembuka fase grup melawan Tanjung Verde berakhir imbang tanpa gol.
Setelah itu, La Roja menyapu bersih delapan pertandingan berikutnya. Mereka menyingkirkan sejumlah lawan kuat hingga melaju ke partai final.
Puncaknya terjadi saat Spanyol menundukkan Argentina 1-0. Hasil itu memastikan trofi dunia kembali ke tangan mereka.
Catatan 38 pertandingan tanpa kekalahan sekaligus melewati rekor Italia. Sebelumnya, Gli Azzurri membukukan 37 laga beruntun tanpa kalah pada periode 2018-2021.
Ferran Torres Jadi Penentu Gelar
Piala Dunia 2026 juga menjadi panggung Ferran Torres. Penyerang Barcelona itu mencetak gol tunggal pada menit ke-106 babak tambahan.
Ferran masuk sebagai pemain pengganti sebelum memecah kebuntuan. Sepakan kaki kirinya gagal dihentikan kiper Argentina Emiliano Martinez.
“Pada akhirnya, gol itu menjadi milik 47 juta orang, bukan hanya milik saya ataupun 26 pemain,” kata Ferran, dikutip dari FIFA.
Ia menyebut gelar tersebut terasa lebih istimewa. Sebab, tim harus merayakannya jauh dari para pendukung di Spanyol.
“Sudah tertulis bahwa kami akan menang jauh dari masyarakat kami, tetapi kami membuat mereka terasa sedekat mungkin,” ujarnya.
Baca juga: Daftar Pemain Termahal Spanyol di Piala Dunia 2026, Lamine Yamal Tembus Rp3,48 Triliun
Akui Tegang Hadapi Messi
Ferran mengakui final berlangsung penuh tekanan. Kehadiran Lionel Messi membuat atmosfer pertandingan semakin berat.
“Semua final sulit, tetapi ketika menghadapi Messi, rasa gugup itu selalu muncul. Namun, kami bergantung kepada diri sendiri dan kembali membuktikannya,” kata Ferran.
Ia juga mengaku sempat menerima banyak kritik sepanjang turnamen. Namun, kritik itu justru menjadi motivasi hingga mampu mencetak gol penentu.
“Saya banyak dikritik sepanjang Piala Dunia, tetapi Tuhan selalu memberikan saya kekuatan untuk terus melanjutkan perjuangan,” ujarnya.
Dengan gelar Piala Dunia 2026, Spanyol bukan hanya kembali menjadi kampiun dunia. La Roja juga mengukuhkan namanya sebagai pemilik rekor 38 pertandingan beruntun tanpa kekalahan dalam sejarah sepak bola internasional putra. (*)
Editor: Yulian Saputra


