Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,41 persen ke level Rp17.994 per dolar AS pada Senin (20/7/2026).
- Eskalasi ketegangan AS-Iran mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.
- Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.875-Rp17.956 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Senin (20/7/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.994 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,41 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.921 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar level 101 setelah menguat selama dua sesi berturut-turut.
“Penguatan ini didukung oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak serta memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan kemungkinan suku bunga yang lebih tinggi,” kata Andry, Senin, 20 Juli 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat, Dipicu Sentimen Positif dari S&P
Perkembangan hubungan AS dan Iran juga masih menjadi sorotan utama pasar global setelah eskalasi serangan. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi harga energi serta prospek kebijakan suku bunga bank sentral di berbagai negara.
Lebih lanjut, President Federal Reserve (The Fed) Cleveland, Beth Hammack, bergabung dengan sejumlah pejabat The Fed yang memperingatkan bahwa inflasi masih berpotensi bertahan tinggi.
Saat ini, pasar memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada September mencapai sekitar 53 persen, naik dari 47 persen sehari sebelumnya.
“Meski demikian, bank sentral secara luas masih diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan bulan ini,” tambahnya.
Baca juga: Alarm Dunia Usaha Menyala, Pelemahan Rupiah dan Regulasi Jadi Biang Kerok
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.875-Rp17.956 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitarRp17.875 dan Rp17.956 per dolar AS,” ujar Andry. (*)
Editor: Yulian Saputra


