Poin Penting:
- PLN mengerahkan lebih dari 230 teknisi untuk mempercepat pemeliharaan sistem kelistrikan Sulbagsel.
- Pemadaman listrik bergilir berlangsung karena daya mampu pasok mengalami pengurangan selama pemeliharaan.
- PLN meminta maaf dan menargetkan kondisi kelistrikan segera kembali normal.
Jakarta – Pemadaman listrik bergilir terjadi di sejumlah wilayah Makassar dan sekitarnya selama pemeliharaan berlangsung. PLN menyebut langkah tersebut diperlukan untuk menjaga keseimbangan pasokan listrik dan kebutuhan pelanggan.
PT PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) mempercepat pemeliharaan infrastruktur. Sebanyak lebih dari 230 petugas teknik dikerahkan untuk menangani pekerjaan tersebut.
Upaya itu ditujukan untuk meningkatkan performa sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik dalam jangka panjang. Proses pemeliharaan saat ini masih berlangsung pada sejumlah fasilitas sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Baca juga: Pemadaman Listrik di Kalbar Berulang, Tokoh Adat Minta PLN Benahi Sistem
Jaga Stabilitas Sistem
General Manager PLN UID Sulselrabar Edyansyah mengatakan pengerahan teknisi dilakukan untuk mempercepat pemeliharaan. Ia berharap pekerjaan tersebut dapat berjalan lancar dan selesai sesuai jadwal.
“Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan, mari kita berdoa bersama agar dipermudah prosesnya sehingga dapat selesai sesuai dengan jadwal,” ujarnya di Makassar, dikutip Antara, Rabu (3/9).
Selama pekerjaan berlangsung, kemampuan pasokan listrik pada sistem Sulbagsel mengalami penurunan. Kondisi tersebut membuat PLN perlu mengatur beban listrik secara bergilir di sejumlah wilayah.
Pengaturan dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik. Langkah tersebut sekaligus diperlukan agar kestabilan sistem tetap terjaga selama proses pemeliharaan.
Durasi Pemadaman Bergantung Kondisi Sistem
PLN memastikan pemadaman tidak dilakukan serentak di seluruh wilayah terdampak. Pengaturan beban dilakukan secara bertahap sesuai kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
Durasi pemadaman diperkirakan berlangsung sekitar satu hingga empat jam setiap sesi. Namun, waktu pelaksanaannya dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi kelistrikan.
Edyansyah mengatakan petugas terus bekerja maksimal untuk mempercepat penyelesaian pemeliharaan. PLN juga memahami dampak kondisi tersebut terhadap aktivitas masyarakat.
“Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” jelasnya.
PLN Minta Maaf dan Imbau Pelanggan Bersiap
PLN meminta pelanggan memantau informasi terbaru terkait wilayah yang terdampak. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal resmi PLN.
Pelanggan juga dapat mengikuti WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di wilayah masing-masing. Kanal tersebut digunakan untuk memperoleh perkembangan penanganan dan informasi terbaru.
Baca juga: Kadin Dorong Kendaraan Listrik dan Industri Hijau untuk Pacu Ekonomi 8 Persen
Masyarakat diminta mengantisipasi pemadaman dengan mengatur penggunaan peralatan listrik. PLN juga menyarankan pelanggan menyiapkan sumber listrik cadangan untuk kebutuhan penting.
Edyansyah menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses berlangsung. PLN berkomitmen mempercepat pekerjaan agar kondisi kelistrikan segera pulih dan kembali normal.
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan sementara yang dialami pelanggan. PLN akan terus all out melakukan upaya terbaik dan mempercepat penyelesaian pekerjaan agar kondisi kelistrikan dapat segera pulih dan kembali normal,” urai Edyansyah.
Dengan pemeliharaan tersebut, PLN berupaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan Sulbagsel dalam jangka panjang. Permintaan maaf PLN diharapkan menjadi penanda bahwa pemadaman listrik bergilir ini bersifat sementara. (*)
Editor: Galih Pratama


