Poin Penting:
- Emas yang dihimpun melalui bank emas nasional telah mencapai sekitar 153 ton sejak diluncurkan pada Februari 2025.
- Pemerintah mengembangkan ekosistem bullion untuk memperdalam pasar keuangan dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
- Pemerintah tetap melanjutkan reformasi sektor keuangan melalui penguatan tata kelola, perluasan LCT, KUR Rp340 triliun, dan penyempurnaan kebijakan DHE.
Jakarta – Emas yang dihimpun melalui bank emas nasional telah mencapai sekitar 153 ton sejak ekosistem bullion diluncurkan pada 20 Februari 2025.
Pemerintah menilai capaian tersebut menjadi langkah strategis untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan mengatakan akumulasi tersebut berasal dari Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Pengembangan ekosistem bullion juga akan terus dilanjutkan.
“Sejak 20 Februari 2025 kami sudah mengakumulasi total emas, baik di Pegadaian maupun Bank Syariah Indonesia, sekitar 153 ton. Ini satu hal yang juga terus akan kami kembangkan,” kata Ferry dalam Risk and Governance Summit 2026 di Jakarta, dikutip Antara, Selasa (14/7).
Transaksi Bank Emas 33,7 Ton, Laba Pegadaian Naik 42,6 Persen di 2025
Bank Emas Nasional Jadi Instrumen Pendalaman Pasar Keuangan
Ferry menegaskan bank emas nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat sistem keuangan di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperluas pasar keuangan domestik.
Pemerintah juga terus menjalankan reformasi sektor keuangan. Fokusnya meliputi penguatan tata kelola pasar keuangan, peningkatan transparansi, serta pendalaman instrumen keuangan di dalam negeri.
Selain itu, pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperluas implementasi transaksi mata uang lokal atau local currency transaction (LCT).
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing dalam perdagangan internasional.
Sejak diperkenalkan pada 2018, LCT telah diterapkan bersama enam negara mitra. Negara tersebut meliputi Malaysia, Thailand, Jepang, China, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.
Pemerintah Siapkan KUR Rp340 Triliun
Di sektor pembiayaan, Ferry mengatakan pemerintah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp340 triliun.
Dana itu diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat sektor produktif.
Pemerintah juga terus menyempurnakan kebijakan devisa hasil ekspor (DHE). Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan transparansi, mencegah praktik under invoicing dan transfer pricing, serta mengoptimalkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.
Penguatan kebijakan itu dinilai melengkapi pengembangan emas dalam ekosistem bullion sebagai salah satu instrumen pendalaman pasar keuangan nasional.
Baca juga: Perkuat Bisnis Emas, BSI Optimalkan Layanan Bank Emas Lewat BYOND
Prospek Ekonomi Indonesia Tetap Positif
Ferry menyebut sejumlah lembaga internasional masih mempertahankan prospek positif terhadap ekonomi Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan reformasi sektor keuangan.
Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen pada 2026.
Sementara itu, Asian Development Bank (ADB) mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen.
Pemerintah optimistis berbagai reformasi, termasuk pengembangan emas melalui bank emas nasional, akan memperkuat fondasi ekonomi dan meningkatkan daya tahan Indonesia menghadapi dinamika global. (*)
Editor: Galih Pratama


