Poin Penting
- Perry Warjiyo resmi mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia setelah memimpin hampir tujuh tahun.
- Perry membangun karier di Bank Indonesia sejak 1984 dan pernah menjadi Direktur Eksekutif IMF.
- LHKPN 2025 mencatat total kekayaan Perry mencapai Rp80,5 miliar tanpa utang.
Jakarta – Keputusan Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia mengejutkan publik. Pengunduran diri itu mengakhiri kepemimpinannya setelah hampir tujuh tahun memimpin bank sentral.
Pemerintah menyatakan telah menerima surat pengunduran diri tersebut. Presiden Prabowo Subianto juga menyetujui keputusan itu.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry.
“Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo. Tentu disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun lamanya memimpin Bank Indonesia,” ujarnya, dikutip dari situs resmi Presiden RI.
Baca juga: Ini Alasan Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
Profil Perry Warjiyo: Karier Panjang hingga Puncak Bank Indonesia
Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo pada 1959. Ia menyelesaikan pendidikan ekonomi di Universitas Gadjah Mada pada 1982.
Ia kemudian melanjutkan studi ke Iowa State University, Amerika Serikat. Perry meraih gelar Master pada 1989 dan Ph.D pada 1991.
Kariernya di Bank Indonesia dimulai pada 1984. Saat itu, ia bertugas sebagai staf penyelamatan kredit dan pengawasan perbankan.
Kariernya terus menanjak melalui berbagai jabatan strategis. Perry pernah memimpin transformasi organisasi hingga kebijakan moneter.
Pada 2007, ia dipercaya menjadi Direktur Eksekutif IMF. Perry mewakili 13 negara anggota dalam South-East Asia Voting Group.
Ia kembali ke Bank Indonesia pada 2009. Perry kemudian menjadi Asisten Gubernur bidang moneter, makroprudensial, dan internasional.
Kariernya berlanjut sebagai Deputi Gubernur periode 2013-2018. Setelah itu, ia dilantik menjadi Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023.
Pada 2023, Perry kembali dipercaya memimpin Bank Indonesia. Masa jabatan kedua itu seharusnya berakhir pada 2028.
Baca juga: Profil Destry Damayanti, Penjabat Sementara Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
Prestasi Perry Warjiyo Selama Memimpin BI
Selama memimpin BI, Perry Warjiyo menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional. Pengakuan itu datang dari lembaga pendidikan, media, hingga institusi global.
Ia meraih Governor of the Year Asia Pasifik dari Global Markets pada 2019. Perry juga menerima Anugerah Hamengku Buwono IX dari UGM pada 2022.
Di bawah kepemimpinannya, Bank Indonesia juga membukukan banyak prestasi. BI memperoleh penghargaan dari GIFA, Asian Investor, The Asian Banker, hingga Central Banking Publications.
Selain memimpin bank sentral, Perry aktif menulis buku ekonomi. Karyanya membahas kebijakan moneter, bank sentral, dan isu internasional.
Editor: Galih Pratama


