Poin Penting:
- Danantara memastikan seluruh BUMN dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025.
- Sejumlah BUMN mencatat lonjakan laba pada April 2026, termasuk Pertamina, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan BRI, sementara Krakatau Steel serta Kimia Farma berhasil berbalik laba.
- Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara masih dalam proses audit dan akan diumumkan setelah seluruh tahapan selesai.
Jakarta – Danantara mengumumkan seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di dalam ekosistemnya telah menyelesaikan penyusunan laporan keuangan Tahun Buku 2025.
Pada saat yang sama, lembaga tersebut juga menyoroti peningkatan kinerja sejumlah BUMN sepanjang periode April 2025 hingga April 2026.
Managing Director Stakeholders Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, mengatakan capaian tersebut mencerminkan ketahanan dan transformasi BUMN di berbagai sektor strategis.
Menurutnya, kinerja itu juga menunjukkan kontribusi BUMN terhadap perekonomian nasional.
“Danantara turut menyampaikan sejumlah sorotan atas capaian kinerja sepanjang tahun 2025 yang mencerminkan ketahanan, transformasi dan kontribusi BUMN di berbagai sektor strategis terhadap perekonomian nasional,” ujar Rohan dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/7).
Baca juga: Koalisi Desak BPK Audit Danantara, Transparansi Aset Rp16.000 Triliun Dipertanyakan
Danantara Soroti Peningkatan Kinerja Sejumlah BUMN
Danantara menjelaskan sorotan tersebut bukan daftar yang bersifat menyeluruh.
Pemilihan dilakukan untuk menampilkan sejumlah BUMN yang mencatat peningkatan kinerja menonjol sejak berada dalam ekosistem pengelolaan Danantara.
“Di luar entitas yang ditampilkan, masih terdapat berbagai BUMN lain yang juga mencatatkan perkembangan kinerja positif, dan terus menjadi bagian dari agenda transformasi berkelanjutan Danantara,” ujar Rohan.
Sejumlah perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba yang signifikan. PT Pertamina membukukan kenaikan laba 80 persen secara tahunan menjadi Rp24,9 triliun per April 2026, sedangkan PT Pupuk Indonesia mencatat kenaikan laba 202 persen menjadi Rp3,2 triliun.
Pelindo juga mencatat kenaikan laba 169 persen menjadi Rp900 miliar per April 2026. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) membukukan pertumbuhan laba 15 persen menjadi Rp21,2 triliun pada April 2026.
Restrukturisasi Dorong BUMN Berbalik Laba
Danantara juga menyoroti perbaikan kinerja sejumlah BUMN yang sebelumnya merugi. PT Krakatau Steel Tbk mencatat laba Rp635 miliar pada April 2026 setelah sebelumnya merugi Rp981 miliar.
PT Kimia Farma Tbk turut membukukan laba Rp108 miliar pada April 2026. Sebelumnya, perusahaan tersebut masih mencatat rugi sebesar Rp160 miliar.
Menurut Rohan, perubahan kinerja itu terjadi seiring langkah restrukturisasi dan dukungan permodalan dari PT Danantara Asset Management (DAM). Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda transformasi yang dijalankan di lingkungan BUMN.
Baca juga: Pasal 50A UU P2SK: Danantara Akan Menjadi Mesin “Pencuci Uang” Terbesar?
Investasi Strategis Masih Berjalan, Audit Konsolidasi Berlanjut
Selain perbaikan laporan keuangan, Danantara mulai merealisasikan mandat investasinya melalui sejumlah proyek strategis. Pendanaan investasi itu antara lain berasal dari dividen BUMN yang diterima pada 2025.
“Sebagian dividen tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek-proyek yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional dan diharapkan mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang,” ujar Rohan.
Investasi tersebut mencakup pengembangan ekosistem haji dan umrah Indonesia di Makkah. Selain itu, Danantara juga menjalankan proyek Waste-to-Energy (WTE) untuk mendukung pengelolaan sampah, memperkuat ketahanan energi, dan mendorong transisi menuju ekonomi hijau.
“Seluruh investasi tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, disiplin investasi, pengelolaan risiko yang prudent, serta orientasi pada penciptaan nilai jangka panjang bagi negara dan masyarakat,” ujar Rohan.
Di sisi lain, Rohan menyampaikan Laporan Keuangan Konsolidasian 2025 Danantara masih dalam proses penyelesaian sesuai tahapan audit. Dokumen tersebut akan disampaikan setelah seluruh proses audit rampung sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (*)
Editor: Galih Pratama


