Poin Penting
- SCG membuka program beasiswa 2026 bagi pelajar SMA dan mahasiswa S1.
- Program hadir di tengah tingginya jumlah pemuda NEET di Indonesia.
- Penerima beasiswa akan mendapat pelatihan hingga pendampingan proyek sosial.
Jakarta – SCG Indonesia kembali membuka program beasiswa SCG Sharing the Dream 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif, kritis, dan peduli terhadap keberlanjutan.
Program yang memasuki tahun ke-14 ini hadir di tengah masih tingginya jumlah pemuda Indonesia yang belum terlibat dalam pendidikan, pekerjaan, maupun pelatihan.
Berdasarkan data International Labour Organization (ILO), sebanyak 19,44 persen pemuda Indonesia usia 15–24 tahun masuk kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training). Kondisi ini menunjukkan masih besarnya tantangan dalam mencetak sumber daya manusia produktif menuju visi Indonesia Emas 2045.
Country Director SCG Indonesia, Warit Jintanawan mengatakan, generasi muda saat ini menghadapi persaingan global yang semakin ketat, termasuk disrupsi teknologi dan perkembangan kecerdasan buatan (AI).
“Untuk itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis, dan inisiatif untuk menjadi problem-solver bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya,” ujar Warit dikutip Kamis, 14 Mei 2026.
Baca juga: Purbaya Ungkap Alasan Pembekalan TNI untuk Penerima Beasiswa LPDP
Tahun ini, program mengusung tema “Green Active Generation” dan terbuka bagi masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas serta anak dari keluarga pekerja konstruksi di sejumlah wilayah Indonesia.
Pendaftaran dibuka mulai 4 Mei hingga 1 Juni 2026 melalui Ancora Foundation.
SCG akan memberikan beasiswa kepada 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1. Selain bantuan pendidikan, penerima beasiswa juga akan mengikuti pelatihan soft skills dan technical skills, serta mendapat kesempatan menjalankan proyek sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat dengan pendampingan dari tim SCG.
Peserta Diminta Tawarkan Solusi Nyata
Dalam proses seleksi, peserta diwajibkan menulis esai mengenai persoalan di lingkungan sekitar beserta solusi yang ingin diwujudkan.
Brand & Communication Manager SCG Indonesia, Amanda Dwi Ayu Utari, menyarankan peserta memulai dengan mengamati persoalan nyata, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, kesehatan, pendidikan, hingga kemiskinan.
Baca juga: 44 Penerima Beasiswa LPDP Disanksi, 8 Wajib Kembalikan Dana Beserta Bunga
Menurut Amanda, peserta juga perlu memahami kondisi lapangan serta upaya yang telah dilakukan pemerintah maupun komunitas agar solusi yang diajukan lebih realistis dan dapat diterapkan bersama masyarakat.
“Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya,” kata Amanda. (*) Alfi Salima Puteri


