Poin Penting:
- Presiden AS Donald Trump menegaskan serangan AS ke Iran dilakukan sangat keras sebagai balasan atas tewasnya personel AS.
- AS memperkuat dukungan militer ke Israel dengan mengirim tambahan pesawat pengisi bahan bakar.
- Iran mengancam mengambil langkah balasan setelah serangan AS menghantam PLTN Darkhovin.
Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan serangan militer baru ke Iran di tengah momentum gelaran final Piala Dunia 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap Washington yang memilih meningkatkan tekanan militer terhadap Teheran.
Trump menyebut serangan itu sebagai balasan atas tewasnya personel AS di Timur Tengah. Ia juga mengeklaim operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan militer Iran.
Setibanya di Pangkalan Militer Gabungan Andrews, Maryland, pada Minggu (19/7), Trump menegaskan serangan akan dilakukan dengan kekuatan penuh.
“Kami serang lagi mereka dengan sangat keras malam ini dan kami melakukannya demi tiga, bukan dua, patriot hebat yang gugur,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara.
Baca juga: Trump Siapkan Serangan Lebih Besar ke Iran, Ini Titik Targetnya
Trump Tegaskan Iran Tak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Trump mengatakan serangan AS telah menimbulkan kerusakan besar di sejumlah wilayah Iran. Ia kembali menegaskan Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
“Kami mengendalikan Selat Hormuz dan Iran tidak mengendalikan apa pun,” tegasnya. Menurut Trump, Iran masih memiliki rudal dan drone, tetapi jumlahnya terbatas.
Ia menambahkan operasi militer tidak lagi sebatas membatasi kemampuan Iran.
“Kami tak lagi membatasi langkah hanya untuk mencegah Iran memiliki kemampuan tertentu; kami akan menyelesaikan urusan ini sepenuhnya. Kami akan arahkan serangan ke Iran dan kita lihat apa yang terjadi setelahnya,” katanya.
AS Tambah Pesawat Pengisi Bahan Bakar ke Israel
Di tengah meningkatnya ketegangan, AS mengirim 14 pesawat pengisi bahan bakar ke Israel. Langkah itu dilaporkan sebagai bagian dari penguatan dukungan militer di kawasan.
Media Israel melaporkan militer AS berencana mengerahkan hingga 100 pesawat pengisi bahan bakar. Armada tersebut akan ditempatkan di sejumlah pangkalan militer serta Bandara Ramon di selatan Israel.
Baca juga: Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina Bakal Dihadiri Trump, Carney dan Sheinbaum
Sumber Angkatan Udara Israel menyebut tambahan pesawat akan dikirim jika serangan terhadap Iran meningkat. Sebagian armada juga berpotensi ditempatkan di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv.
Laporan lain menyebut sudah ada 33 pesawat pengisi bahan bakar AS berada di Bandara Ben Gurion. Hingga kini, pemerintah Israel belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah keseluruhan armada tersebut.
Iran Ancam Balas Serangan AS
Pemerintah Iran mengecam serangan AS terhadap PLTN Darkhovin di Provinsi Khuzestan. Fasilitas itu masih berada dalam tahap pembangunan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyebut serangan itu sebagai agresi terhadap infrastruktur damai. Ia menegaskan negaranya akan memberikan respons.
“Serangan AS terhadap PLTN Darkhovin, yang masih dalam tahap pembangunan, merupakan serangan berbahaya terhadap infrastruktur damai Iran,” ujarnya melalui platform X.
“Iran mengecam keras agresi ini dan akan mengambil langkah yang tepat untuk mempertahankan kepentingan dan keamanan nasional,” tegasnya.
Baca juga: FIFA Siapkan Hadiah Fantastis, Segini Uang untuk Juara Piala Dunia 2026
Ketegangan kembali meningkat meski kedua negara sebelumnya sempat menandatangani nota kesepahaman perdamaian melalui mediasi Pakistan.
Namun sengketa di Selat Hormuz kembali memicu aksi saling serang, sementara Trump menegaskan operasi militer terhadap Iran belum akan dihentikan. (*)
Editor: Yulian Saputra


