Poin Penting
- RUPST Bank QNB Indonesia mengangkat Silas Lee sebagai Komisaris baru menggantikan Khalid Al-Sada, efektif setelah memperoleh persetujuan OJK
- Bank QNB Indonesia menunjuk Silas Lee sebagai Komisaris baru di tengah kinerja 2025 yang mencatat pertumbuhan kredit 15,72 persen dan laba sebelum pajak Rp50,85 miliar
- Selain menyetujui pergantian komisaris, RUPST Bank QNB Indonesia juga mengesahkan laporan tahunan 2025 di tengah pertumbuhan intermediasi dan likuiditas yang tetap solid
Jakarta – PT Bank QNB Indonesia Tbk mengangkat pengangkatan Silas Lee sebagai Komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Pengangkatan tersebut akan berlaku efektif setelah memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Silas Lee akan menggantikan posisi Khalid Al-Sada, yang pengunduran dirinya sebagai Komisaris telah disetujui oleh para pemegang saham. Perseroan menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kepemimpinan Khalid Al-Sada selama menjabat.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Silas Lee memiliki rekam jejak yang kuat di bidang perbankan korporasi dan investment banking. Sepanjang kariernya, ia telah menduduki berbagai posisi strategis di industri keuangan.
Baca juga: Bank QNB Indonesia Bukukan Laba Rp50,8 Miliar pada 2025
Selain menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris, RUPST juga mengesahkan Laporan Tahunan 2025 serta penetapan penggunaan laba bersih perseroan.
Sepanjang 2025, Bank QNB Indonesia membukukan kinerja intermediasi yang solid. Penyaluran kredit tumbuh 15,72 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp9,78 triliun, dengan rasio non-performing loan (NPL) gross tetap terjaga di level 2,24 persen.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) meningkat 10,84 persen (yoy) menjadi Rp8,14 triliun. Likuiditas juga tetap kuat, tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 119,95 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 140,40 persen.
Kinerja tersebut mendorong Bank QNB Indonesia membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp50,85 miliar.
Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene, mengatakan perseroan mampu menjaga pertumbuhan di tengah tantangan ekonomi global dan domestik melalui penerapan strategi yang disiplin serta prinsip kehati-hatian.
“Di tengah situasi global dan domestik yang menantang, Bank QNB Indonesia terus menjalankan strateginya secara disiplin dan mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap pengambilan keputusan,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (27/6).
Baca juga: Intip Strategi Bank QNB Indonesia Jaga Pertumbuhan Bisnis
Ke depan, perseroan juga akan terus memperkuat transformasi digital melalui otomasi proses dan pengembangan layanan perbankan digital.
Di sisi sumber daya manusia, Bank QNB Indonesia turut meningkatkan kompetensi karyawan, termasuk melalui pelatihan pemanfaatan artificial intelligence (AI), guna mendukung inovasi dan kesiapan menghadapi perubahan industri. (*) Mohammad Adrianto Sukarso


