Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,25 persen ke Rp17.950 per dolar AS pada awal perdagangan Jumat (3/7/2026), dari penutupan sebelumnya di Rp17.995
- Penguatan rupiah ditopang pelemahan dolar AS setelah data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat lebih lemah dari perkiraan
- Meski berpotensi menguat, apresiasi rupiah diperkirakan terbatas akibat sentimen asing yang belum pulih, dengan proyeksi bergerak di kisaran Rp17.900-Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.950 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp17.995 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS seiring dengan data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang lebih lemah dari perkiraan.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolarr AS yang tertekan setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih lemah dari perkiraan,” kata Lukman, Jumat, 3 Juli 2026.
Baca juga: Purbaya Siapkan Pembiayaan APBN Berbasis Renminbi, Ketergantungan pada Dolar AS Dikurangi
Meski demikian, lanjut Lukman, potensi apresiasi rupiah diperkirakan masih terbatas. Hal itu disebabkan sentiment investor asing terhadap pasar keuangan domestik belum sepenuhnya pulih.
“Namun penguatan akan terbatas mengingat sentimen investor asing terhadap pasar domestik masih belum pulih,” tambahnya.
Baca juga: Jaga Nilai Rupiah, Dasco Ajak Masyarakat Tukarkan Dolar AS
Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
“Rupiah akan berada di range Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


