Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah tipis 0,01 persen ke Rp17.513 per dolar AS.
- Pasar mencermati rilis data PPI dan CPI AS.
- Bank Mandiri memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.506-Rp17.600 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Kamis (10/9/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.513 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,01 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.511 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan sentimen terhadap rupiah hari ini diperkirakan tetap didukung oleh indeks dolar AS (DXY) yang relatif lemah, berlanjutnya penguatan yen, serta sentimen domestik yang positif.
“DXY naik tipis 0,03 persen menjadi 98,82, namun masih berada di dekat level terendah dalam dua pekan terakhir karena penguatan yen dan euro membatasi kenaikan dolar AS,” kata Andry, Kamis, 10 September 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.584 per USD, Ada Bayang-Bayang Harga Minyak
Andry menyebut, pasar akan fokus pada rilis Producer Price Index (PPI) AS Agustus 2026 malam ini.
PPI utama (headline PPI) diperkirakan naik 0,4 persen secara bulanan (mtm) dari sebelumnya 0,0 persen. Secara tahunan (yoy), PPI diperkirakan meningkat menjadi 5,3 persen dari 4,7 persen.
Sementara itu, core PPI diperkirakan mencapai 4,6 persen (yoy), dibandingkan 4,2 persen sebelumnya.
Data Consumer Price Index (CPI) AS akan menyusul pada Jumat. Inflasi utama diperkirakan sebesar 0,4 persen (mtm), sedangkan core CPI diproyeksikan sebesar 2,4 persen (yoy).
Yen Menguat, Harga Minyak Tembus USD100
Penguatan yen juga berlanjut. USD/JPY turun menjadi 153,6, mencerminkan apresiasi yen sebesar 0,27 persen secara day-to-date (dtd) dan 2,01 persen secara year-to-date (ytd).
Penguatan yen didukung ekspektasi percepatan pengetatan kebijakan Bank of Japan (BOJ), arus repatriasi, serta berlanjutnya pembalikan transaksi carry trade yang didanai yen.
Baca juga: Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.584 per USD, Ada Bayang-Bayang Harga Minyak
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent naik 3,36 persen menjadi USD101,2 per barel, menembus level USD100 seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi dari kawasan Teluk.
“Harga Brent yang berada di atas USD100 per barel dan kenaikan tajam imbal hasil US Treasury (UST) dapat membatasi penguatan rupiah lebih lanjut sekaligus meningkatkan volatilitas intraday,” ujarnya.
Proyeksi Rupiah Hari Ini
Andry memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.506 hingga Rp17.600 per dolar AS hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp17.506 hingga Rp17.600 per dolar AS,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


