Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,20 persen ke level 6.691,40 pada Kamis (10/9).
- Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak sideways di kisaran 6.600-6.700.
- Harga minyak Brent yang menembus USD100 per barel menjadi salah satu sentimen negatif pasar.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka menguat pada perdagangan Kamis, 10 September 2026. Pada pukul 09:00 WIB, IHSG naik 0,20 persen ke level 6.691,40, dari penutupan sebelumnya di 6.678,20.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 568,92 juta saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 51 ribu kali. Nilai transaksi mencapai Rp343,90 miliar.
Kemudian sebanyak 276 saham menguat, 92 saham terkoreksi, dan 281 saham lainnya tidak mengalami perubahan.
Baca juga: IHSG Hari Ini (9/9) Ditutup Merah di Level 6.678, Cek Sektor yang Menguat
Sebelumnya, manajemen Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level 6.705-6.760 pada perdagangan hari ini.
“Diperkirakan IHSG bergerak sideways pada kisaran 6.600-6.700 pada perdagangan Kamis (10/9),” ucap Manajemen Phintraco dalam risetnya di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas level MA5. Indikator Stochastic RSI juga berpotensi membentuk Golden Cross di area pivot. Namun, histogram positif MACD sedikit menyempit.
Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak Variatif, 4 Saham Ini Direkomendasikan
Diketahui, pada perdagangan Rabu (9/9), IHSG ditutup melemah 0,12 persen ke level 6.678,20 setelah sempat menguat hingga 6.700.
Harga Minyak Jadi Sentimen Negatif
Salah satu sentimen negatif berasal dari kenaikan harga minyak yang mencapai USD100 per barel untuk Brent. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran.
Dari domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia naik menjadi 118,5 pada Agustus 2026 dari 116,8 pada Juli 2026.
Kenaikan tersebut menjadi yang pertama dalam empat bulan terakhir dan didukung membaiknya penilaian konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta meningkatnya ekspektasi terhadap perekonomian ke depan.
Hal itu tecermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang naik menjadi 109,4 pada Agustus 2026 dari 107,9 pada Juli 2026. Sementara Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) meningkat menjadi 127,6 dari 125,7.
Baca juga: IHSG Berpeluang Tembus 6.750, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai
Di sisi lain, penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 3,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Juli 2026, setelah sebelumnya turun 3 persen yoy pada Juni 2026.
Sementara itu, penjualan mobil di Indonesia meningkat 32,4 persen yoy menjadi 81.756 unit pada Agustus 2026. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam enam bulan terakhir, meski pertumbuhannya melambat dari 33,3 persen yoy pada Juli 2026. (*)
Editor: Yulian Saputra


