Ilustrasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah masih mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Lukman menjelaskan penguatan tersebut dipengaruhi oleh sentimen kebijakan Presiden AS Donald Trump yang diperkirakan akan lebih soft.
“Rupiah diperkirakan masih akan menguat terhadap dolar AS oleh harapan kebijakan Trump yang keseluruhannya lebih soft,” kata Lukman saat dihubungi Infobanknews, Rabu 22 Januari 2025.
Baca juga: IHSG Dibuka Bergairah Lagi! Naik 0,70 Persen ke Level 7.231
Baca juga: Efek Domino Kebijakan Trump ke Pasar Saham Indonesia
Meski demikian, kata Lukman, penguatan rupiah akan terbatas setelah Trump mengumumkan tarif tambahan ke China sebesar 10 persen.
“Namun penguatan mungkin akan terbatas setelah Trump juga mengumumkan 10 persen tarif tambahan pada China tidak lama yang lalu,” pungkasnya.
Lukman memprediksi rupiah akan berada dikisaran Rp16.250-Rp16.350 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp16.250-Rp16.350 per dolar AS,” ujarnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Oleh: Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group JANGAN besar pasak daripada tiang. Mari… Read More
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More