Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,22 persen ke level Rp17.152 per dolar AS pada Senin (20/4/2026), dibanding penutupan sebelumnya Rp17.189 per dolar AS
- Potensi penguatan didorong kenaikan harga BBM non-subsidi yang dinilai dapat mengurangi beban APBN
- Investor cenderung wait and see menunggu hasil perundingan AS–Iran dan keputusan RDG BI, dengan proyeksi rupiah bergerak di kisaran Rp17.100–Rp17.250 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini Senin (20/4/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.152 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,22 persen dibandingkan penutupan pada Jumat pekan lalu di Rp17.189 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS seiring dengan langkah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi yang dinilai dapat mengurangi beban APBN di tengah tingginya volatilitas harga energi global.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul langkah pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi dianggap dapat mengurangi beban APBN,” kata Lukman, Senin 20 April 2026.
Baca juga: Rupiah Berpeluang Menguat di Tengah Potensi Gencatan Senjata AS-Iran
Meski demikian, penguatan rupiah cenderung terbatas akibat masih tingginya ketidakpastian terkait status Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia.
Di sisi lain, investor masih memilih wait and see menjelang hasil perundingan AS dan Iran. Sementara di domestik, investor menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait arah suku bunga acuan dan stabilisasi nilai tukar rupiah.
“Namun ketidakpastian seputar status selat Hormuz membatasi penguatan. Investor juga masih cenderung wait and see hasil perundingan AS-Iran pada Senin dan RDG BI pada hari Rabu. Namun perundingan Iran-AS belum tentu terjadi, masih simpang siur,” ungkapnya.
Baca juga: BI Klaim Harga BBM Tak Naik Bisa Bantu Redam Tekanan Rupiah
Lukman pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp17.100 hingga Rp17.250 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp17.100 hingga Rp17.250 per dolar AS hari ini,”pungkas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama








