Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,32 persen ke level 7.658,23 pada awal perdagangan (20/4), dengan aktivitas transaksi mencapai Rp336,79 miliar
- Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak variatif cenderung melemah dengan kisaran support 7.505–7.570 dan resistance 7.700–7.760
- Pada perdagangan saham hari ini CGS merekomendasikan saham ADRO, AADI, PTBA, ASII, EMAS, dan TINS.
Jakarta – Pada pembukaan perdagangan hari ini (20/4) pukul 09.00 WIB Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke posisi 7.658,23 atau naik 0,32 persen dari level 7.634,00.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 701,01 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 78 ribu kali, serta total nilai transaksi tercatat mencapai Rp336,79 miliar.
Kemudian, tercatat terdapat 130 saham terkoreksi, 310 saham menguat dan 257 saham tetap tidak berubah.
Baca juga: IHSG Diprediksi Bergerak di Rentang 7.700-7.720, Ini Katalis Penggeraknya
Sebelumnya, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia, memproyeksikan IHSG hari ini secara teknikal diprediksi akan bergerak variatif cenderung melemah.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 7.505-7.570 dan resistance 7.700-7.760,” ucap Manajemen CGS dalam risetnya di Jakarta, 20 April 2026.
Lebih lanjut, manajemen CGS menilai, dengan menguatnya mayoritas indeks di bursa Wall Street diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu, berlanjutnya aksi jual investor asing, pelemahan nilai tukar rupiah, dan masih tingginya ketidakpastian konflik di Timur Tengah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk IHSG.
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BREN, BRPT hingga MORA
Rekomendasi Saham
Pada perdagangan saham hari ini CGS International Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi kasih cuan, di antaranya adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA).
Ada juga saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), dan PT Timah Tbk (TINS). (*)
Editor: Galih Pratama








