Poin Penting
- IHSG diproyeksi bergerak terbatas dan menguji level 7.700–7.720 pada perdagangan 20 April 2026
- Sentimen domestik berasal dari rilis RDG Bank Indonesia, data pertumbuhan kredit, dan M2 money supply, serta potensi positif dari koreksi harga minyak dan aksi korporasi
- Sentimen global dipengaruhi potensi kesepakatan Iran–AS, musim laporan keuangan Wall Street, data ekonomi AS, serta kebijakan moneter Tiongkok dan Jepang.
Jakarta – Manajemen Phintraco Sekuritas memproyeksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini (20/4) secara teknikal akan bergerak di rentang level 7.700-7.720.
“Diperkirakan IHSG akan menguji level 7.700-7.720,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas dalam risetnya di Jakarta, 20 April 2026.
Ada sejumlah sentimen yang bakal memengaruhi pergerakan saham IHSG. Dari domestik, IHSG akan dipengaruhi data indikator ekonomi yang akan dirilis melalui hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia RDG (BI) pada Rabu (22/4), lalu pertumbuhan kredit (22/4) dan M2 Money Supply (23/4).
Baca juga: Daftar Saham Penopang IHSG Sepekan: BREN, BRPT hingga MORA
“Koreksi harga minyak dan aksi korporasi emiten berpotensi menjadi faktor positif bagi pergerakan indeks pekan ini,” tulis Research Team Phintraco Sekuritas
Sementara itu, dari sisi global potensi kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk mengakhiri perang masih akan mendominasi pergerakan pasar dan prospek ekonomi global.
Hal itu ditandai dengan sinyal menjanjikan dari kedua belah pihak yang mengisyaratkan adanya resolusi. Namun, di lain pihak juga masih saling memberikan ancaman, menjelang berakhirnya masa gencatan senjata di 21 April 2026.
Investor juga mencermati kelanjutan earning season kuartal I 2026 di Wall Street dan data ekonomi AS seperti retail sales, sektor manufaktur dan jasa.
Baca juga: Adaro Andalan Indonesia Siapkan Rp5 Triliun untuk Buyback Saham
Calon Chairman The Fed, Kevin Warsh, akan memberikan kesaksian di hadapan Kongres dalam pidato publik pertamanya mengenai masalah kargo.
Dari Asia, Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) akan menetapkan suku bunga pinjaman utama dan Jepang akan merilis data perdagangan, inflasi, dan PMI. (*)
Editor: Galih Pratama








