Poin Penting
- Rupiah dibuka menguat 0,27 persen ke Rp17.584 per USD pada Rabu (9/9).
- Penguatan rupiah didukung pelemahan DXY, penguatan mata uang regional, dan sentimen domestik positif.
- Harga minyak dan imbal hasil US Treasury yang tinggi masih menjadi risiko bagi rupiah.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan Rabu (9/9/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.584 per USD, atau menguat 0,27 persen dibandingkan penutupan Selasa (8/9) di Rp17.632 per USD.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan rupiah diperkirakan masih berpeluang menguat terhadap USD, didukung pelemahan indeks dolar AS (DXY) dan penguatan mata uang regional.
Selain itu, sentimen domestik yang positif seperti meningkatnya cadangan devisa Indonesia, dan membaiknya aliran dana asing ke pasar saham juga turut mendukung apresiasi rupiah.
“Namun demikian, harga minyak yang tinggi, kenaikan imbal hasil US Treasury (UST), serta ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang masih kuat diperkirakan menjaga volatilitas dolar AS terhadap rupiah tetap relatif tinggi menjelang rilis data inflasi AS,” kata Andry, Rabu, 9 September 2026.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah ke Level Rp17.645 per Dolar AS
DXY terdepresiasi 0,39 persen menjadi 98,79. Pelemahan tersebut terutama mencerminkan penguatan yen Jepang, meskipun imbal hasil US Treasury meningkat dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menguat.
“Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed masih tinggi, dengan pasar memperkirakan probabilitas sekitar 60 persen untuk kenaikan sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan FOMC 15-16 September 2026,” imbuhnya.
Harga Minyak Jadi Risiko
Di sisi lain, harga minyak mentah Brent naik 0,95 persen menjadi USD97,9 per barel seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz juga melambat sehingga risiko gangguan pasokan minyak dan kekhawatiran terhadap inflasi global tetap tinggi.
Baca juga: IHSG Berpeluang Tembus 6.750, Ini Risiko yang Perlu Diwaspadai
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.580-Rp17.680 per USD pada perdagangan hari ini.
“Pandangan kami rupiah hari ini diperkirakan bergerak pada kisaran Rp17.580 hingga Rp17.680 per dolar,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra


