Poin Penting
- Rupiah menguat 0,20 persen ke Rp18.074 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat (31/7)
- The Fed menahan suku bunga, sehingga ekspektasi kenaikan FFR pada September 2026 menurun
- Rupiah diproyeksi bergerak di kisaran Rp18.030–Rp18.115 per dolar AS hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Jumat (31/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp18.074 per dolar Amerika Serikat (AS), atau menguat 0,20 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp18.111 per dolar AS.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan, indeks dolar AS (DXY) melanjutkan pelemahannya ke kisaran 100,3, level terendah dalam sekitar enam minggu, setelah turun 0,6 persen pada sesi sebelumnya.
Di sisi lain, investor terus mencermati keputusan terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) serta konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh.
Sesuai ekspektasi, The Fed mempertahankan Federal Funds Rate (FFR) di 3,50-3,75 persen, meskipun tiga anggota FOMC memberikan suara mendukung kenaikan suku bunga.
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Rupiah Masih Sulit Menguat
Lebih lanjut, meskipun Warsh kembali menegaskan komitmen The Fed untuk mengendalikan inflasi dan menekankan bahwa para pembuat kebijakan tidak akan ragu untuk bertindak jika diperlukan.
“Namun Warsh bukan termasuk pihak yang mendorong kenaikan suku bunga secara langsung saat ini. Warsh juga tidak memberikan panduan yang jelas mengenai arah kebijakan (forward guidance),” kata Andry, Jumat 31 Juli 2026.
Akibatnya, tambah Andry, investor semakin mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dan semakin memandang bahwa bank sentral hanya menunda apa yang mereka anggap sebagai kenaikan biaya pinjaman yang pada akhirnya tidak dapat dihindari.
Baca juga: Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Jaga Rupiah di Tengah Ketidakpastian Global
Andry menyampaikan, probabilitas tersirat (implied probability) untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026 kini turun menjadi sekitar 55 persen, dari hampir 80 persen sebelum keputusan The Fed diumumkan.
Dengan kondisi tersebut, Andry memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp18.030 hingga Rp18.115 per dolar AS.
“Pandangan kami rupiah hari ini akan bergerak di sekitar Rp18.030 dan Rp18.115 per dolar AS,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama


