Poin Penting
- IHSG dibuka menguat 0,61 persen ke level 6.224,36 pada perdagangan 31 Juli 2026, didukung dominasi saham yang menguat dan optimisme investor di awal sesi
- Analis KISI memproyeksikan IHSG melanjutkan penguatan dengan menguji level resistance 6.267, seiring terbentuknya pola higher low yang mengindikasikan tren bullish
- Sentimen positif global turut menopang pasar setelah The Fed menahan suku bunga, mendorong penguatan Wall Street yang dipimpin Nasdaq naik 2,78 persen.
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan pagi ini pukul 9.00 WIB (31/7) kembali dibuka menguat ke level 6.224,36 atau naik 0,61 persen dari posisi 6.186,36.
Berdasarkan statistik RTI Business pada perdagangan pasar saham hari ini, sebanyak 772,83 juta saham diperdagangkan, dengan frekuensi perpindahan tangan sebanyak 53 ribu kali, serta total nilai transaksi mencapai Rp317,20 miliar.
Dari sisi pergerakan saham, tercatat 91 saham terkoreksi, 343 saham menguat, dan 206 saham tetap tidak berubah.
Sebelumnya, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, melihat IHSG pada hari ini diproyeksikan masih akan berada dalam fase yang tertekan.
“Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan melanjutkan fase penguatannya dengan menguji area resistance terdekat di level 6.267. Momentum ini dapat dimanfaatkan investor untuk mengoptimalkan strategi trend following pada saham-saham penggerak indeks,” ucapnya dalam riset harian di Jakarta, 31 Juli 2026.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Sentimen Domestik dan Global Jadi Penopang
Sebagai informasi, IHSG pada perdagangan sebelumnya (30/7) mencatatkan penguatan solid sebesar 1,56 persen. Penguatan perdagangan tersebut didukung aksi beli bersih yang ditopang oleh penguatan saham-saham big-cap perbankan dan telekomunikasi seperti BBCA, BBRI, BMRI, serta TLKM.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG telah membentuk pola higher low yang semakin memperkuat struktur minor bullish trend menuju secondary trend,” imbuhnya.
Pergerakan Bursa Global
Sementara indeks utama bursa saham Wall Street kompak menguat signifikan dipimpin oleh Nasdaq naik 2,78 persen, S&P 500 meningkat 1,66 persen, Dow Jones menguat 1,19 persen, dan NYSE Composite naik 0,81 persen.
Baca juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Ekonom Prediksi Rupiah Masih Sulit Menguat
Penguatan meluas ini ditopang oleh keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan (Federal Funds Rate) di kisaran 3,50–3,75 persen untuk lima pertemuan berturut-turut pada Juli 2026.
Langkah ini sejalan dengan melandainya inflasi AS, meskipun sempat diwarnai spekulasi kenaikan suku bunga oleh sebagian pelaku pasar.
Kendati demikian, adanya dissenting votes dari tiga anggota FOMC yang menginginkan kenaikan 25 bps tetap membuka peluang penyesuaian kebijakan pada pertemuan September mendatang. (*)
Editor: Galih Pratama


