Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah tipis 0,05 persen ke level Rp17.972 per dolar AS pada perdagangan Senin (27/7), dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.963 per dolar AS
- Potensi penguatan rupiah didorong meredanya ketegangan geopolitik AS-Iran, namun ruang apresiasi diperkirakan terbatas karena pasar menanti rilis data ekonomi AS dan hasil rapat FOMC
- Sentimen domestik dari pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI berpotensi menekan rupiah. Nilai tukar diproyeksikan bergerak di kisaran Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Senin (27/7/2026). Rupiah dibuka pada level Rp17.972 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah tipis 0,05 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp17.963 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi mengalami penguatan terhadap dolar AS seiring meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah setelah AS dan Iran menghentikan aksi saling serang.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, menyusul penghentian aksi saling serang antara AS dan Iran,” ujar Lukman, Senin, 27 Juli 2026.
Baca juga: BI Optimistis Kebijakan Ini Bisa Bikin Rupiah Menguat
Meski demikian, penguatan rupiah diperkirakan akan terbatas disebabkan investor cenderung bersikap wait and see menjelang sejumlah rilis data ekonomi AS, di antaranya produk domestik bruto (PDB), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), serta hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
Dari sisi domestik, sentimen terhadap rupiah juga berpotensi tertekan setelah pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).
“Selain itu pengunduran diri gubernur BI juga bisa memberikan sentimen negatif pada rupiah,” ujarnya.
Baca juga: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Apa Dampaknya ke IHSG?
Dengan berbagai kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS.
“Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dolar AS hari ini,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama


