Poin Penting
- Mundurnya Perry Warjiyo dari Gubernur BI berpotensi menekan IHSG akibat meningkatnya ketidakpastian pasar
- Koreksi IHSG diperkirakan hanya 1–2 persen jika pemerintah segera memberi kepastian
- Net foreign sell berpotensi meningkat. Saat ini asing sudah mencatat jual bersih Rp79,08 triliun.
Jakarta – Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo pada Minggu pagi (27/7), yang diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, dinilai berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan, terutama terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pengamat Pasar Modal, Elandry Pratama, menilai kabar tersebut dapat memberikan tekanan jangka pendek terhadap IHSG karena berkaitan erat dengan kepercayaan investor terhadap arah kebijakan moneter dan stabilitas ekonomi makro.
Menurutnya, besaran koreksi IHSG akan sangat ditentukan oleh respons pemerintah dan Bank Indonesia dalam memberikan kepastian kepada pelaku pasar. Apabila komunikasi berlangsung efektif dan kepastian mengenai kepemimpinan baru serta keberlanjutan kebijakan moneter segera disampaikan, koreksi diperkirakan masih berada di kisaran 1–2 persen.
Baca juga: Breaking News! Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI
“Namun, apabila ketidakpastian berlangsung lebih lama, tekanan bisa menjadi lebih dalam karena investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko,” ucap Elandry kepada Infobanknews.com di Jakarta, 27 Juli 2026.
Ia menambahkan, respons awal pasar kemungkinan ditandai dengan meningkatnya volatilitas serta munculnya sentimen risk-off, khususnya apabila belum ada kejelasan mengenai sosok pengganti Perry Warjiyo maupun arah kebijakan BI ke depan.
Dari sisi aliran dana asing, Elandry melihat peluang terjadinya net foreign sell juga meningkat dalam jangka pendek. Pasalnya, investor asing umumnya sangat sensitif terhadap isu kredibilitas institusi dan kepastian kebijakan.
Baca juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi, Analis Rekomendasikan 4 Saham Ini
“Meski demikian, apakah net sell akan berlangsung deras atau hanya bersifat sementara tetap bergantung pada kecepatan pemerintah memberikan kepastian, serta kondisi eksternal seperti arah kebijakan The Fed dan risk appetite global,” imbuhnya.
Sebagai informasi, hingga saat ini nilai net foreign sell investor asing secara year-to-date (ytd) telah mencapai Rp79,08 triliun. Sementara itu, IHSG masih mencatatkan pelemahan sebesar 28,34 persen sejak awal tahun. (*)
Editor: Galih Pratama


