Poin Penting
- Rupiah dibuka melemah 0,44 persen ke level Rp18.114 per dolar AS pada perdagangan Senin (8/6/2026), dari posisi penutupan sebelumnya Rp18.036 per dolar AS
- Penguatan dolar AS dipicu data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih baik dari ekspektasi pasar, sehingga menekan pergerakan rupiah
- Eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendukung penguatan dolar AS. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp18.000-Rp18.150 per dolar AS hari ini.
Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan hari ini Senin (8/6/2026). Rupiah dibuka pada level Rp18.114 per dolar Amerika Serikat (AS), atau melemah 0,44 persen dibandingkan penutupan perdagangan Jumat pekan lalu di Rp18.036 per dolar AS.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi bergerak melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah rikis data ketenagakerjaan AS lebih kuat dari ekpektasi pasar.
Baca juga: Bersama BI dan OJK, Istana Terus Monitor Rupiah usai Tembus Rp18.000 per Dolar AS
“Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat tajam setelah data pekerjaan AS yang lebih baik dari perkiraan,” kata Lukman, Senin, 8 Juni 2026.
Di sisi lain, sentimen global juga ikut dibayangi oleh meningkatnya eskalasi baru geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan yang kembali memanas tersebut ikut mendorong penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah.
Baca juga: Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS, BI Bilang Begini
“Eskalasi baru di Timur Tengah juga ikut mendukung dolar AS dan menekan rupiah,” tambahnya.
Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran level Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS hari ini.
“Rupiah akan berada di range Rp18.000 hingga Rp18.150 per dolar AS hari ini,” tukas Lukman. (*)
Editor: Galih Pratama


