Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Rupiah Dibuka Melemah, Pelaku Pasar Ragu Gencatan Senjata AS-Iran Bertahan

Poin Penting

  • Rupiah dibuka melemah ke Rp17.035 per dolar AS, tertekan penguatan dolar AS.
  • Sentimen pasar dipengaruhi keraguan terhadap keberlanjutan gencatan senjata AS-Iran.
  • Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.950-Rp17.100 per dolar AS hari ini.

Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada awal perdagangan Kamis (9/4/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.035 per dolar Amerika Serikat (AS), turun 0,14 persen dibandingkan penutupan kemarin di Rp17.012 per dolar AS.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah berpotensi bergerak terbatas dengan kecenderungan melemah. Tekanan datang dari penguatan dolar AS yang mengalami rebound, didukung sentimen risk-on pasar.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi dengan potensi melemah terbatas tertekan oleh rebound pada dolar AS namun didukung oleh sentimen risk-on,” kata Lukman, Kamis 9 April 2026.

Baca juga: Mirae Asset Sebut Tekanan Eksternal Masih Bayangi IHSG dan Rupiah

Lukman menambahkan, pelaku pasar saat ini mencermati ketidakpastian terkait keberlanjutan gencatan senjata antara AS dan Iran.

Kekhawatiran muncul setelah Iran menuding AS melanggar kesepakatan, termasuk dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon.

“Pasar mulai meragukan apabila gencatan senjata dapat bertahan, merespons tuduhan Iran bahwa AS telah melanggar kesepakatan, dengan menyinggung serangan Israel terhadap Lebanon,” ujarnya.

Baca juga: Rupiah Babak Belur, Misbakhun Kritik Kebijakan BI yang Konvensional

Dengan kondisi tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan berada di kisaran Rp16.950 hingga Rp17.100 per dolar AS hari ini.

“Rupiah akan berada di range Rp16.950 hingga Rp17.100 per dolar AS hari ini,” tukas Lukman. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62